Plus Herbal Products
rssfeed

     


 
 

Lifestyle » Seni Budaya
Budaya Minum Teh Saat Acara Pernikahan di China
Oleh: Ansari
26/02/2009 - 04:48:05 WIB
Tell a Friend

Kenapa Teh Begitu Populer di China?
Teh, merupakan minuman yang sangat banyak dikonsumsi di China, bahkan sebagai minuman dan sajian resmi negeri Tirai Bambu tersebut, sebenarnya merupakan tanda hormat ke orang lain. Alasan lain adalah karena tidak semua dapat orang mengkonsumsi minuman yang mengandung alkohol, terutama pada acara-acara resmi seperti ritual pernikahan. Pada acara pernikahan ada tea ceremony yang dilakukan. Saat minum teh ditambahkan biji teratai dan dua buah kurma merah karena mengandung dua makna. Pertama kata "teratai" (lotus) dan "tahun", "biji" dan "anak", dan "kurma" dan "tahun" dalam ucapan bahasa China merupakan homophone (kesamaan bunyi), tapi memiliki arti yang berbeda. Kedua, budaya leluhur China percaya bahwa menambahkan dua bahan tadi ke dalam teh maka akan membantu pengantin baru untuk segera mendapatkan keturunan dan setiap tahun, yang juga meyakinkan si orangtua mempelai, memberikan mereka banyak cucu. Rasa manis yang mejadi kekhasan teh tersebut melambangkan akan tetap terjalin hubungan yang manis antara mempelai perempuan dengan keluarga barunya.

Penyajian Teh
Pada hari pernikahan, mempelai wanita akan melayani orangtuanya untuk minum teh, sebelum mempelai pria tiba di rumahnya. Hal ini dilakukan sebagai tanda rasa hormat dan terimakasih si mempelai wanita kepada kedua orangtuanya yang telah membesarkannya. Teh yang disajikan saat itu tidak ditambahkan biji teratai dan kurma merah, dan si mempelai wanita juga tidak memerlukan bantuan. Dia sendirilah yang harus melayani kedua orangtuanya saat itu.

Secara tradisi, setelah upacara pernikahan, kedua pengantin baru akan menyajikan teh, dengan memegang cangkir teh mereka mengundang saudara mempelai pria yang lebih tua untuk meminum teh. Kaidah yang berlaku pada umumnya di China, si mempelai wanita berada di sisi kiri dan pria di sisi kanan. Orang yang dilayani akan duduk di kursi, sedangkan kedua pengantin baru berlutut. Misalnya, ketika pengantin baru ingin melayani orang tua mempelai pria, maka mempelai wanita akan berlutut di depan ayah mertuanya, sedangkan si mempelai pria berlutut di depan ibunya.

Pengantin baru tersebut menyajikan secara berurutan, dimulai dari orangtua mempelai pria dan berlanjut ke anggota keluarga dari yang paling tua ke yang paling muda, misalnya urutan pertama kedua orangtua, selanjutnya kakek, nenek, lalu paman dan bibi tertua, dan seluruh kakaknya.

Sebagai imbalan, pengantin baru tersebut akan menerima amplop keberuntungan berwarna merah (lai see, yang berarti keberuntungan), yang berisi uang atau perhiasan sebagai hadiah. Tamu lainnya yang membantu acara tersebut, biasanya wanita-wanita berada atau yang pernikahannya bahagia yang sengaja dipilih oleh ibu si mempelai wanita melalui peramal, juga mendapatkan amplop keberuntungan yang berisi uang. Amplop-amplop tersebut ditempatkan di piring yang besar, yang juga merupakan tempat cangkir untuk minum teh.(L.K. Yee, www.chcp.org)


Artikel yang terkait dengan tea ceremony:
1. Jenis Upacara Minum Teh di Jepang
2. Upacara Minum Teh di Jepang (2)
3. Upacara Minum Teh di Jepang (1)
4. Budaya Minum Teh di China

 
 

Komentar terhadap artikel:
Budaya Minum Teh Saat Acara Pernikahan di China

• Belum ada, jadilah yang pertama memberikan komentar pada artikel ini.
 
 

Berikan komentar Anda mengenai artikel
Budaya Minum Teh Saat Acara Pernikahan di China

  Nama
 
  Email
 
 
  Kota
 
 
  Komentar
 

 
Anda harus mengisi seluruh form.
Komentar Anda akan dievaluasi terlebih dulu sebelum ditampilkan di rumahteh[dot]com.


   Info lainnya:


pesan buku TEH INI MENYEHATKAN di sini!



 
 




| Home | Iptek | Kesehatan | Lifestyle | Kuliner | Services | Encyclope-tea | FAQs | Free Download | Tentang Kami |
Apakah website ini bermanfaat bagi Anda?
 
© www.rumahteh.com
to top