Plus Herbal Products
rssfeed

     


 
 

Lifestyle » Seni Budaya
Budaya Minum Teh di China
Oleh: Ansari
25/02/2009 - 19:17:57 WIB
Tell a Friend

Seni dan Ritual
Seni dalam meminum dan menyajikan teh (tea ceremony) memiliki peranan penting dalam kebudayaan China. Seni tersebut menginspirasi sajak dan tembang, persahabatan dan kasih sayang. Selama berabad-abad, ritual mempersiapkan dan menyajikan teh memiliki tempat khusus di hati dan jiwa kaum bangsawan China, pegawai pengadilan, intelektual dan seniman.

Acara minum teh lebih ditekankan pada teh itu sendiri, daripada acaranya, seperti apa citarasanya, aromanya dan membandingkan citarasa yang saat itu sedang dinikmati dengan teh yang disajikan pada acara sebelumnya. Acara tersebut tidak berarti setiap penyaji (dalam hal ini tuan rumah) akan melakukan ritual yang sama satu dengan yang lainnya, dan juga tidak terkait dengan agama. Setiap tahapan lebih bermakna kepada apresiasi dan eksplorasi pancaindera terhadap teh yang disajikan.

Sebagian besar teh yang digunakan dalam acara minum teh di China berasal dari pegunungan di Taiwan yang berada di ketinggian sekitar 1200-1300 mdpl. Teh ini secara khusus diolah dan dihaluskan menjadi teh yang berkualitas tinggi seperti oolong tea yang semi fermentasi dan teh merah yang difermentasi sempurna. Gaya meminum teh nya pun cukup unik yaitu dengan cangkir kecil. Teh dituangkan dengan memakai teko yang terbuat dari tanah liat (gerabah). Tiap cangkir hanya cukup menampung teh sekitar dua tegukan. Cangkir kecil ini sangat populer di Fujian dan Chiujao, di sebelah selatan pesisir China (di atas Canton). Lain halnya di Shanghai dan Beijing, yang lebih populer menggunakan cangkir yang lebih besar.

Menyeduh Teh ala China
Setelah memanaskan air hingga mendidih, pertama sekali yang dilakukan adalah membilas teko teh dengan air panas tersebut. Kemudian menggunakan sumpit atau sendok bambu untuk memasukkan teh ke dalam teko sekitar 1/3 bagian. Selanjutnya menuangkan air panas ke dalam teko dan setelah beberapa saat, teh di dalam teko dituangkan ke dalam mangkuk atau cangkir. Daun teh masih yang masih tertinggal di dalam teko dibiarkan sesaat terendam dalam air yang masih panas dan kemudian air dituangkan kembali hingga hanya daun teh sisa seduhan yang di dalam teko. Lalu isikan kembali teko dengan air panas dan ditutup. Selama proses penyeduhan, tidak boleh terdapat buih dalam seduhan. Saat tercampur dengan teh, buih yang terbentuk, kurang bernilai estetika. Harus dipastikan juga untuk tidak terlalu lama merendam teh, cukup 30 detik saat penyeduhan pertama. Hal tersebut disebabkan karena untuk menuangkan teh nya saja hingga mangkuk atau semua cangkir terisi setidaknya memerlukan waktu yang cukup untuk teh terseduh dengan merata di dalam teko. Alasannya, setiap cangkir harus memiliki citarasa yang sama saat dinikmati.

Setelah proses perendaman, jika masih ada air teh yang tersisa, maka dituangkan ke dalam tempat lain untuk dapat dinikmati saat senggang. Dapat pula menambahkan air panas ke dalam teko, setidaknya bisa untuk lima kali penyeduhan lagi, dengan teh yang sama. Tapi lamanya perendaman teh pada penyeduhan kedua memerlukan tambahan waktu sekitar 10 detik dan 15 detik untuk penyeduhan berikutnya. Setiap teko biasanya dapat disajikan untuk tiga hingga lima kali minum untuk satu putaran penyajian, tergantung dari jumlah teh yang diseduh. Tujuan penyajian ini sebenarnya adalah mendapatkan citarasa yang sama tiap kali hendak menyajikan, seperti citarasa pada sajian pertama. Keahlian dalam menciptakan citarasa inilah yang menjadikan si penyaji dianggap orang yang mumpuni dan menguasai seni tatacara minum teh di China.

Pentingnya Air Penyeduhan
Air yang digunakan dalam acara minum teh sangat penting, sama halnya dengan teh itu sendiri. Jika menggunakan air kran, maka Chlorine dan Fluoride yang terkandung di dalamnya harus disaring terlebih dahulu, karena akan merusak citarasa teh yang akan disajikan. Air destilasi juga harus dihindari, karena teh akan terasa hambar. Mineral yang tinggi dalam air juga dapat merusak citarasa, karena dapat menimbulkan rasa manis pada seduhan. Idealnya, air yang digunakan untuk menyeduh teh memiliki pH sekitar 7,9 (sedikit bersifat basa). Untuk green tea, suhu air yang digunakan untuk menyeduh sebaiknya sekitar 170-185°F (77-85°C), sedangkan oolong tea akan lebih harum aromanya bila menggunakan air yang sesaat sebelum mendidih. (www.holymtn.com)


Artikel yang terkait dengan tea ceremony:
1. Jenis Upacara Minum Teh di Jepang
2. Upacara Minum Teh di Jepang (2)
3. Upacara Minum Teh di Jepang (1)
4. Budaya Minum Teh Saat Acara Pernikahan di China

 
 

Komentar terhadap artikel:
Budaya Minum Teh di China

• Belum ada, jadilah yang pertama memberikan komentar pada artikel ini.
 
 

Berikan komentar Anda mengenai artikel
Budaya Minum Teh di China

  Nama
 
  Email
 
 
  Kota
 
 
  Komentar
 

 
Anda harus mengisi seluruh form.
Komentar Anda akan dievaluasi terlebih dulu sebelum ditampilkan di rumahteh[dot]com.


   Info lainnya:


pesan buku TEH INI MENYEHATKAN di sini!



 
 




| Home | Iptek | Kesehatan | Lifestyle | Kuliner | Services | Encyclope-tea | FAQs | Free Download | Tentang Kami |
Apakah website ini bermanfaat bagi Anda?
 
© www.rumahteh.com
to top