Plus Herbal Products
rssfeed

     
She Nong Shi merupakan orang pertama yang menemukan teh, tapi ternyata tidak memberikan nama khusus untuk tanaman ini. Asal mula nama teh pertamakali pada tahun 1115 SM dan disebut Er Ya.


 
 

Iptek » Riset
Flavonoid Teh (2)
Oleh: Dadan Rohdiana
16/04/2010 - 10:07:54 WIB
Tell a Friend

Lebih khusus ketika Profesor Rice-Evans meranking berbagai jenis polifenol teh dan mengatur jumlah yang terkandung pada teh, urutan dari yang paling tinggi aktivitas antioksidannya ke yang paling rendah yang telah ditemukan adalah sebagai berikut:
  1. epigallokatekin gallat
  2. epigallokatekin
  3. epikatekin gallat
  4. epikatekin
  5. katekin

Polifenol tersebut tercatat 78% sebagai antioksidan potensial teh, dan hanya menyisakan 22% yang dipengaruhi oleh polifenol yang tak teridentifikasi atau senyawa lain. Dalam bentuk polifenol yang teridentifikasi dalam penelitian ini, EGCG merupakan yang paling aktif, berjumlah 32% dari  antioksidan potensial teh.

Pemakaian secara luas EGCG, EGC, dan ECG melebihi EC dan C dapat dinilai dari keefektivannya yang lebih tinggi. Para peneliti Jepang menemukan  polifenol teh yang lebih efektif mampu menangkap radikal bebas  dengan efektif pada rentang nilai pH yang luas, dimana Ec atau C terbatas hanya pada kondisi netral atau alkali. Untungnya, polifenol yang lebih efektif terkandung dalam jumlah yang paling besar dalam teh.

Penelitian antioksidan lainnya yang dipimpin olah Profesor Rice-Evans menilai kemampuan berbagai jenis ekstrak teh terhaap ”peminjaman” vitamin E dari proses oksidasi. Vitamin E yang merupakan antioksidan yang larut lemak memainkan peranan penting dalam pencegahan serangan jantung dengan cara menetralkan radikal bebas yang memiliki sasaran kolesterol LDL. Pertama kolesterol LDL dirusak oleh radikal bebas, dan hal ini tampaknya berperan pada atherosklerosis, yang merupakan tahapan awal serangan jantung. Karena polifenol lebih larut dalam air dari pada dalam lemak seperti halnya pada vitamin E, polifenol terebut tidak dapat langsung melindungi kolesterol LDL, tetapi mungkin mereka memiliki efek yang tidak langsung. Seperti telah diduga bahwa polifenol teh berada pada cairan yang mengelilingi molekul kolesterol LDL, dan mereka menangkap radikal bebas sebelum mencapai kolesterol LDL yang dapat menjadikannya molekul yang berbahaya. Para ahli telah menemukan bahwa melalui mekanisme ini baik EGCG maupun EGC menunda waktu sampai vitamin E  dipaksa untuk membunuh dirinya sendiri untuk mencegah kerusakan radikal bebas pada kolesterol LDL. Hal ini mungkin merupakan cara lain bagai mana polifenol teh ijau mengurangi resiko serangan jantung.

Polifenol teh membantu mencegah habisnya vitamin E di daerah tubuh lainnya. Dalam suatu penelitian, ikus yang diberikan diet yang mendorong terbentuknya radikal bebas. Pada kondisi tersebut, jumlah vitamin E dalam plasma darah hewan akanmenurun, karena vitamin E telah digunakan untuk menetralkan radikal bebas. Tetapi ketika ekstrak teh ditambahkan terhadap diet hewan tersebut, hal tersebut menghambat berkurangnya vitamin E, barangkali karena ekstrak teh menangkap radikal bebas dan menghemat vitamin E. Efek ini dibuktikan dengan kerusakan oksidatif keseluruhan yang lebih rendah pada tikus yang diberikan suplemen diet yang mengandung polifenol teh.

Walaupun polifenol teh sangat superior, teh memiliki beberapa antioksidan yang bernlai. Menurut Simon Maxwell, pengajar senior di bagian Clinical Pharmacology, Leicester Royal Infimary, United Kingdom, teh hitam mungkin merupakan sumber lebih dari setengah asupan flavonoid pada diet orang barat. Theaflavin, kelompok dari katekin yang terbentuk selama pengolahan teh hitam, sangat lemah dibandingkan dengan EGCG tetapi menunjukkan aktivitas antioksidan pada penelitian di laboratorium.



Artikel yang terkait dengan flavonoid:
1. Teh Hitam Minuman Bermutu Tinggi
2. Flavonoid Teh (1)
3. Teh dan Kesehatan Gigi (1)
4. Manfaat Minum Teh untuk Kesehatan (1)

 
 

Komentar terhadap artikel:
Flavonoid Teh (2)

• Belum ada, jadilah yang pertama memberikan komentar pada artikel ini.
 
 

Berikan komentar Anda mengenai artikel
Flavonoid Teh (2)

  Nama
 
  Email
 
 
  Kota
 
 
  Komentar
 

 
Anda harus mengisi seluruh form.
Komentar Anda akan dievaluasi terlebih dulu sebelum ditampilkan di rumahteh[dot]com.


   Info lainnya:


pesan buku TEH INI MENYEHATKAN di sini!



 
 




| Home | Iptek | Kesehatan | Lifestyle | Kuliner | Services | Encyclope-tea | FAQs | Free Download | Tentang Kami |
Apakah website ini bermanfaat bagi Anda?
 
© www.rumahteh.com
to top