Mencegah Kanker Perut
Pada orang yang sehat, saluran esofagus dan usus kecil bertindak sebagai penghalang terhadap gangguan zat kimia alami yang dapat merusak kesehatan tubuh. Apabila pada organ-organ ini mengalami kerusakan atau terbentuk lubang maka keseimbangannya akan terganggu. Atas dasar kerusakan struktur inilah gejala kanker perut terjadi.
Meski tidak sepopuler kanker lainnya, kanker perut merupakan masalah umum yang kerapkali menghantui setiap jiwa manusia. Peluang seseorang terkena kanker perut ternyata cukup tinggi, yaitu 10%. Gejala yang paling sering dijumpai adalah nyeri atau rasa yang mengganggu pada perut bagian bawah. Rasa mual dan ingin muntah demikian akrab dengan penderita penyakit yang satu ini.
Walaupun penyebab kanker perut belum diketahui dengan pasti, kehadiran infeksi Helicobacter pylori ditengarai sebagai biang keladinya. Bakteri ini ditemukan pada sebagian besar penderita kanker perut. Namun, ketika pasien penderita kanker perut ini diberi antibiotik untuk membasmi bakteri tersebut, kebanyakan dari mereka terobati, bahkan mereka tidak pernah mengalami kambuh lagi. Selanjutnya penemuan yang termasuk baru ini di transformasikan untuk pengobatan kanker perut.
Para peneliti menilai bahwa merokok dan penggunaan obat-obatan tertentu seperti aspirin dan pereda rasa nyeri lainnya berpeluang meningkatkan kemungkinan terkena kanker perut. Mengingat penyakit ini tidak boleh dipandang sebelah mata, para ahli tidak henti-hentinya mencari penawar yang cukup efektif untuk mereduksi resikonya. Setelah melalui penelitian yang cukup menyita baik waktu, tenaga maupun biaya, akhirnya para peneliti berani mengambil suatu kesimpulan bahwa teh adalah akhir dari sebuah pencarian.
Publikasi terkini menyatakan bahwa katekin pada teh dapat membantu mencegah kanker perut. Pengujian pada hewan coba menggaris bawahi bahwa katekin sukses mencegah kanker perut sebesar 80%. Pada pengujian terhadap hewan lainnya, seduhan teh hitam yang diberikan pada tikus mampu menghambat pembentukan kanker, meski hewan-hewan tersebut telah menkonsumsi aspirin dan obat-obatan lainnya yang dapat meningkatkan resiko kanker perut. Hasil-hasil penelitian ini seperti telah menambah daftar kemampuan teh dalam mereduksi sejumlah penyakit papan atas yang merupakan silent killer terkini.