Osteoporosis merupakan penyakit yang tidak terlihat. Penyakit ini berkembang tanpa gejala yang jelas. Penderita baru menyadarinya ketika terjadi penurunan berat badan, perubahan postur, retak atau patah tulang pada salah satu bagian tubuhnya.
Osteoporosis berkembang ketika tulang menjadi sangat keropos dan rapuh karena kekurangan kalsium dan mineral lainnya. Hal ini tidak boleh dipandang sebelah mata mengingat osteoporosis menduduki urutan ke-12 penyebab kematian. Di Amerika saja, penderita osteoporosis ini angkanya melebihi 2 juta jiwa. Malangnya, empat perlima diantaranya adalah wanita. Osteoporosis tentu bukan satu-satunya penyakit kaum wanita. Kanker payudara dan kanker kulitpun merupakan bagian yang sangat akrab dengan kehidupan wanita yang tidak boleh dipandang sebelah mata.
Perawatan untuk osteoporosis dipandang masih sangat minim dan memiliki tingkat keberhasilan yang kecil. Namun demikian penyakit tersebut dapat dicegah. Tulang yang kuat dan tebal merupakan pertahanan terbaik melawan osteoporosis. Berolahraga dan mempertahankan asupan kalsium dan mineral penting lain yang optimal sepanjang hidupnya dapat mereduksi resiko osteoporosis. Semasa kanak-kanak dan masa remaja, kecukupan akan kalsium dan vitamin D dalam diet sangat penting untuk pengembangan tulang yang kuat dan tebal. Pada usia pertengahan, ketika jumlah kalsium berkurang untuk keperluan pemeliharaan tulang, asupan kalsium dapat memperlambat tingkat pengeroposan tulang.Tulang mengalami suatu proses yang berlangsung terus menerus. Tulang yang tua akan digantikan oleh tulang yang baru. Apabila penggantian tulang yang tua, terjadi pada laju yang lebih cepat dari pada penggantian dengan yang baru, maka kasus osteoporosis menjadi demikian terbuka. Malangnya, data penelitian terkini menegaskan bahwa wanita berpeluang mengalami osteoporosis 8 kali lipat dibandingkan pria. Tulangnya yang relatif kecil dan perubahan hormonal yang menyertai manopouse, menempatkan wanita memiliki resiko yang lebih besar untuk dihadiahi penyakit ini. Berdasarkan data analisis hasil penelitian penyerapan tulang pada hewan, katekin teh dapat mengurangi tingginya penyerapan penyebab kehilangan massa tulang yang berlebihan. Studi epidemologis pada populasi manusia mendukung teori ini. Diakui dalam penelitian ini, teh telah diidentifikasi oleh Mediterranean Osteoporosis Study sebagai faktor pelindung terhadap osteoporosis. Hasil riset terkini melaporkan bahwa suplemen katekin teh dapat meningkatkan struktur dan menormalkan fungsi tulang rawan pada pasien penderita osteogenesis imperfecta. Empat orang gadis belia berumur 4 - 12 tahun yang mengalami penyakit ini mendapatkan perlakuan dengan katekin teh lebih dari sebulan. Patah tulangnya berkurang secara signifikan. Hasil mikroskopis pada tulang mereka menunjukkan bahwa banyak parameter tulang yang dulunya tidak normal telah menjadi normal kembali. Meski masih diperlukan penelitian lebih lanjut, studi kasus ini sangat menjanjikan.