Plus Herbal Products
rssfeed

     


 
 

Iptek » Riset
Teknologi Terkini Proses Pengolahan Teh Untuk Mendukung Industri Hilir (1)
Oleh: Dadan Rohdiana
01/10/2009 - 05:17:54 WIB
Tell a Friend

Meningkatnya perhatian masyarakat akan manfaat kesehatan yang diterbitkan oleh teh telah mendorong pelaku industri hilir untuk menjadikan teh sebagai salah satu komponen utama baik dalam produk-produk pangan, farmasi maupun produk-produk perawatan tubuh. Kenyataan ini kemudian telah mendorong lahirnya industri antara yang menjembatani industri hilir dengan industri hulu sebagai penyedia bahan baku yang baik. Bahan baku yang baik secara potensial harusnya mempunyai kriteria yang sesuai dengan kebutuhan industri antara maupun industri hilir. Salah satu kriteria yang kini tengah mendapat perhatian lebih dari sejumlah kalangan adalah keberadaan polyphenol atau yang lebih dikenal salah satu jenisnya yaitu katekin (catechin) yang disebut-sebut sebagai komponen paling penting dalam sejarah perkembangan teh sebagai penyedia kesehatan. Walaupun pernah diulas sebelumnya pada artikel terdahulu, namun artikel ini ingin menjelaskan lebih mendalam mengenai proses pengolahan teh terkini untuk mendukung industri hilir.

Potensi Katekin Indonesia
Polyphenol merupakan senyawa yang tersedia secara alami pada teh dan bertanggungjawab terhadap ketajaman rasa serta aroma yang unik. Disamping itu, polifenol memiliki potensi antioksidan yang demikian kuat. Kandungan polifenol dalam daun teh berkisar antara 25-35% berat kering. Tinggi rendahnya kandungan kimia dalam teh termasuk polifenol sangat dipengaruhi oleh jenis klon, variasi musim, kesuburan tanah, perlakuan kultur teknis, umur daun, intensitas sinar matahari yang diterimanya dan faktor-faktor pendukung lainnya. Diantara sejumlah polifenol yang tersedia dalam teh, katekin merupakan senyawa yang paling banyak menyita perhatian. Sejumlah riset terkini menyatakan bahwa katekin merupakan senyawa yang paling berperan dalam efek kesehatan yang diterbitkan oleh teh, baik itu teh hitam, teh hijau maupun teh oolong. Laboratory of Tea Science, Hunan Agricultural University China telah berhasil mengidentifikasi 12 katekin. Lima diantaranya merupakan katekin yang sangat populer. Adapun kelima katekin tersebut adalah C (katekin), EC (epikatekin), EGC (epigalokatekin), ECG (epikatekin galat) dan EGCG (epigalokatekin galat).



Gambar Struktur Kimia Senyawa Katekin

to be continued...


Artikel yang terkait dengan pengolahan teh:
1. Grading: Masalah dan Solusinya (2)
2. Grading: Masalah dan Solusinya (1)
3. Teknologi Terkini Proses Pengolahan Teh Untuk Mendukung Industri Hilir (4)
4. Teknologi Terkini Proses Pengolahan Teh Untuk Mendukung Industri Hilir (3)
5. Teknologi Terkini Proses Pengolahan Teh Untuk Mendukung Industri Hilir (2)
6. Theaflavin dan Thearubigin
7. TEH ini Menyehatkan
8. Kenapa Disebut Black Tea?
9. Pengolahan Teh Wangi
10. Pengolahan Teh Oolong
11. Pengolahan Teh Hijau
12. Pengolahan Teh Hitam
13. Theaflavin, Polifenol Teh Hitam yang Diunggulkan (1)
14. MatematiKATEKIN (5)
15. MatematiKATEKIN (4)

 
 

Komentar terhadap artikel:
Teknologi Terkini Proses Pengolahan Teh Untuk Mendukung Industri Hilir (1)

• Belum ada, jadilah yang pertama memberikan komentar pada artikel ini.
 
 

Berikan komentar Anda mengenai artikel
Teknologi Terkini Proses Pengolahan Teh Untuk Mendukung Industri Hilir (1)

  Nama
 
  Email
 
 
  Kota
 
 
  Komentar
 

 
Anda harus mengisi seluruh form.
Komentar Anda akan dievaluasi terlebih dulu sebelum ditampilkan di rumahteh[dot]com.


   Info lainnya:


pesan buku TEH INI MENYEHATKAN di sini!



 
 




| Home | Iptek | Kesehatan | Lifestyle | Kuliner | Services | Encyclope-tea | FAQs | Free Download | Tentang Kami |
Apakah website ini bermanfaat bagi Anda?
 
© www.rumahteh.com
to top