<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
	<channel>
		<title><![CDATA[rumahteh[dot]com forum - All Forums]]></title>
		<link>/</link>
		<description><![CDATA[rumahteh[dot]com forum - ]]></description>
		<pubDate>Sun, 20 May 2012 06:46:15 +0000</pubDate>
		<generator>MyBB</generator>
		<item>
			<title><![CDATA[8 Manfaat Teh untuk ’Kesehatan’ Rumah Anda]]></title>
			<link>/showthread.php?tid=78</link>
			<pubDate>Sun, 25 Dec 2011 00:27:21 -0500</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">/showthread.php?tid=78</guid>
			<description><![CDATA[Siapa yang tidak kenal dengan minuman sejuta kebaikan ini? Ya, teh tidak hanya nikmat diminum dan memberi manfaat bagi kesehatan tubuh. Daun yang mengandung isoflavon ini ternyata juga bisa digunakan untuk perawatan rumah lho. Berikut delapan kegunaan lain dari teh untuk ‘kesehatan’ rumah Anda, seperti dikutip dari Care2 :<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">1. Membersihkan Karpet</span><br />
Karpet yang telah berusia lama biasanya menimbulkan bau apek dan berdebu. Membersihkan karpet dengan air dan deterjen tentunya bisa merusak bahannya. Sementara hanya menyedotnya dengan vacuum cleaner tidak bisa menghilangkan bau. Solusinya, taburkan serbuk daun teh pada permukaan karpet. Setelah didiamkan 10 menit, bersihkan dengan penyedot debu. Karpet pun bersih dan beraroma segar.<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">2. Mengilapkan Lantai Kayu</span><br />
Bagi Anda yang menggunakan kayu untuk lantai rumah, teh hitam bisa membantu mengilapkan dan mempertahankan warna kayu. Siapkan air dan cairan pembersih lantai seperti biasa, kemudian tambahkan satu hingga dua cangkir teh hitam yang sudah diseduh. Gosokkan pel pada seluruh lantai dan biarkan mengering.<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">3. Memoles Furnitur</span><br />
Seduhan teh juga bisa membantu membersihkan dan mengilapkan furnitur dari kayu. Celupkan kain pada air teh, dan gunakan untuk mengelap meja, kursi dan perabotan kayu lainnya.<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">4. Membersihkan Cermin dan Jendela</span><br />
Teh bisa membersihkan cap jari tangan yang tertinggal pada perabotan kaca, sekaligus membuatnya lebih bening dan bercahaya. Cukup gosokkan kantung teh yang masih setengah basah pada permukaan cermin atau kaca. Atau, masukkan air teh ke botol spray, semprotkan pada kaca dan keringkan dengan lap bersih.<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">5. Menghilangkan Noda pada Kloset</span><br />
Noda kecoklatan pada lubang kloset seringkali sulit dibersihkan dan membuat toilet terlihat kotor. Gunakan kantung teh bekas untuk membersihkannya. Masukkan kantung teh pada lubang kloset, diamkan beberapa jam, dan siram atau flush. Noda akan terangkat dan lebih mudah dibersihkan dengan sikat.<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">6. Melenyapkan Bau Amis pada Ikan</span><br />
Bilas tangan Anda dengan air teh setelah makan atau memasak ikan. Bau amis ikan akan hilang seketika.<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">7. Menyegarkan Aroma pada Kulka</span>s<br />
Kulkas kerap menimbulkan bau tak sedap karena tersimpan berbagai macam makanan di dalamnya. Agar aroma kulkas lebih segar saat dibuka, tempatkan beberapa kantung teh di dalam kulkas. Kantung teh bisa menyerap bau-bau tidak sedap.<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">8. Pengharum Mobil</span><br />
Produk pengharum mobil menggunakan pewangi sintetis yang mengandung bahan kimia. Pada sebagian orang, bahan kimia bisa menimbulkan reaksi alergi. Sebagai alternatif pegharum mobil yang aman, gunakan campuran serbuk teh dan bunga lavender atau teh herbal, lalu bungkus dengan kain kassa. Letakkan di bawah kursi untuk menghilangkan bau tak sedap.<br />
<br />
sumber: <a href="http://www.langitberita.com/top-lists/33206/8-manfaat-teh-untuk-kesehatan-rumah-anda/" target="_blank">http://www.langitberita.com/top-lists/33...umah-anda/</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Siapa yang tidak kenal dengan minuman sejuta kebaikan ini? Ya, teh tidak hanya nikmat diminum dan memberi manfaat bagi kesehatan tubuh. Daun yang mengandung isoflavon ini ternyata juga bisa digunakan untuk perawatan rumah lho. Berikut delapan kegunaan lain dari teh untuk ‘kesehatan’ rumah Anda, seperti dikutip dari Care2 :<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">1. Membersihkan Karpet</span><br />
Karpet yang telah berusia lama biasanya menimbulkan bau apek dan berdebu. Membersihkan karpet dengan air dan deterjen tentunya bisa merusak bahannya. Sementara hanya menyedotnya dengan vacuum cleaner tidak bisa menghilangkan bau. Solusinya, taburkan serbuk daun teh pada permukaan karpet. Setelah didiamkan 10 menit, bersihkan dengan penyedot debu. Karpet pun bersih dan beraroma segar.<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">2. Mengilapkan Lantai Kayu</span><br />
Bagi Anda yang menggunakan kayu untuk lantai rumah, teh hitam bisa membantu mengilapkan dan mempertahankan warna kayu. Siapkan air dan cairan pembersih lantai seperti biasa, kemudian tambahkan satu hingga dua cangkir teh hitam yang sudah diseduh. Gosokkan pel pada seluruh lantai dan biarkan mengering.<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">3. Memoles Furnitur</span><br />
Seduhan teh juga bisa membantu membersihkan dan mengilapkan furnitur dari kayu. Celupkan kain pada air teh, dan gunakan untuk mengelap meja, kursi dan perabotan kayu lainnya.<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">4. Membersihkan Cermin dan Jendela</span><br />
Teh bisa membersihkan cap jari tangan yang tertinggal pada perabotan kaca, sekaligus membuatnya lebih bening dan bercahaya. Cukup gosokkan kantung teh yang masih setengah basah pada permukaan cermin atau kaca. Atau, masukkan air teh ke botol spray, semprotkan pada kaca dan keringkan dengan lap bersih.<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">5. Menghilangkan Noda pada Kloset</span><br />
Noda kecoklatan pada lubang kloset seringkali sulit dibersihkan dan membuat toilet terlihat kotor. Gunakan kantung teh bekas untuk membersihkannya. Masukkan kantung teh pada lubang kloset, diamkan beberapa jam, dan siram atau flush. Noda akan terangkat dan lebih mudah dibersihkan dengan sikat.<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">6. Melenyapkan Bau Amis pada Ikan</span><br />
Bilas tangan Anda dengan air teh setelah makan atau memasak ikan. Bau amis ikan akan hilang seketika.<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">7. Menyegarkan Aroma pada Kulka</span>s<br />
Kulkas kerap menimbulkan bau tak sedap karena tersimpan berbagai macam makanan di dalamnya. Agar aroma kulkas lebih segar saat dibuka, tempatkan beberapa kantung teh di dalam kulkas. Kantung teh bisa menyerap bau-bau tidak sedap.<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">8. Pengharum Mobil</span><br />
Produk pengharum mobil menggunakan pewangi sintetis yang mengandung bahan kimia. Pada sebagian orang, bahan kimia bisa menimbulkan reaksi alergi. Sebagai alternatif pegharum mobil yang aman, gunakan campuran serbuk teh dan bunga lavender atau teh herbal, lalu bungkus dengan kain kassa. Letakkan di bawah kursi untuk menghilangkan bau tak sedap.<br />
<br />
sumber: <a href="http://www.langitberita.com/top-lists/33206/8-manfaat-teh-untuk-kesehatan-rumah-anda/" target="_blank">http://www.langitberita.com/top-lists/33...umah-anda/</a>]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Manfaat Ekonomis dari Data Penginderaan Jauh untuk Perkebunan Teh]]></title>
			<link>/showthread.php?tid=73</link>
			<pubDate>Wed, 21 Dec 2011 19:16:28 -0500</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">/showthread.php?tid=73</guid>
			<description><![CDATA[Manfaat dari menggunakan RS dan teknologi GIS tergantung pada tingkat keberhasilan penerapannya untuk menyelesaikan masalah spasial. Secara umum, manfaat ini dapat dibagi menjadi empat kategori seperti efisiensi ilmiah, teknologi, metodologi, dan ekonomi (Badarch, 1990). Efisiensi ilmiah penginderaan jauh data juga termasuk memperoleh fakta-fakta baru untuk menguatkan dan klarifikasi sebelumnya dikenal kuantitatif, data kualitatif yang dipelajari. Teknologi efisiensi berarti peningkatan produktivitas kerja (terutama lapangan pekerjaan yang paling mahal), membuat norma-norma untuk lapangan dan mempercepat proses pemetaan teh, mengurangi volume lapangan, memperpendek waktu yang diperlukan untuk survei dan mengurangi jumlah karyawan yang terlibat monitoring kebun teh. Metodologi efisiensi berarti meningkatkan akurasi dan detail penelitian spasial sumberdaya teh dan juga mengamati proses luas dan dinamis. Akhirnya, efisiensi ekonomi dari aplikasi data penginderaan jauh sumber daya alam dapat dinyatakan baik secara langsung (dalam pengurangan biaya pemetaan) dan tidak langsung (dengan peningkatan, kehandalan detail kualitas, dan informasi hasil). Manfaat ekonomi dari penggunaan penginderaan jauh sangat sulit untuk memperkirakan. Biaya data penginderaan jauh tergantung pada biaya untuk keseluruhan sistem, yang terdiri dari data akuisisi, pengolahan dan analisis komponen. Ini dapat dipecah menjadi item biaya utama sebagai berikut: pengembangan dan pengoperasian satelit, stasiun penerima di bumi dan fasilitas pra-pengolahan, dan pengolahan data, analisis dan presentasi kepada masyarakat pengguna (Nanayakkara, 1990). sistem satelit penginderaan jauh menghasilkan data yang disediakan oleh sistem tanah dan survei udara di alam yang jauh lebih intensif (terperinci) dan spesifik dan berorientasi proyek.<br />
<br />
Berdasarkan manfaat dan aplikasi remote sensing dan GIS, sektor teh telah mengadopsi pendekatan ini untuk mempelajari kerugian yang disebabkan faktor lingkungan karena berbagai alasan. Meskipun kebun menderita berbagai kerugian penyebab utama adalah kerusakan berat akibat serangan Helopeltis. Jadi dalam proyek ini inisiatif telah dilakukan untuk mempelajari kesehatan tanaman teh menggunakan analisis tekstur dan bagaimana kesehatan tenaman teh tersebut mempengaruhi hasilnya.<br />
<br />
Source: <a href="http://www.gisdevelopment.net/thesis/thesis7/intro_5.htm" target="_blank">http://www.gisdevelopment.net/thesis/the...ntro_5.htm</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Manfaat dari menggunakan RS dan teknologi GIS tergantung pada tingkat keberhasilan penerapannya untuk menyelesaikan masalah spasial. Secara umum, manfaat ini dapat dibagi menjadi empat kategori seperti efisiensi ilmiah, teknologi, metodologi, dan ekonomi (Badarch, 1990). Efisiensi ilmiah penginderaan jauh data juga termasuk memperoleh fakta-fakta baru untuk menguatkan dan klarifikasi sebelumnya dikenal kuantitatif, data kualitatif yang dipelajari. Teknologi efisiensi berarti peningkatan produktivitas kerja (terutama lapangan pekerjaan yang paling mahal), membuat norma-norma untuk lapangan dan mempercepat proses pemetaan teh, mengurangi volume lapangan, memperpendek waktu yang diperlukan untuk survei dan mengurangi jumlah karyawan yang terlibat monitoring kebun teh. Metodologi efisiensi berarti meningkatkan akurasi dan detail penelitian spasial sumberdaya teh dan juga mengamati proses luas dan dinamis. Akhirnya, efisiensi ekonomi dari aplikasi data penginderaan jauh sumber daya alam dapat dinyatakan baik secara langsung (dalam pengurangan biaya pemetaan) dan tidak langsung (dengan peningkatan, kehandalan detail kualitas, dan informasi hasil). Manfaat ekonomi dari penggunaan penginderaan jauh sangat sulit untuk memperkirakan. Biaya data penginderaan jauh tergantung pada biaya untuk keseluruhan sistem, yang terdiri dari data akuisisi, pengolahan dan analisis komponen. Ini dapat dipecah menjadi item biaya utama sebagai berikut: pengembangan dan pengoperasian satelit, stasiun penerima di bumi dan fasilitas pra-pengolahan, dan pengolahan data, analisis dan presentasi kepada masyarakat pengguna (Nanayakkara, 1990). sistem satelit penginderaan jauh menghasilkan data yang disediakan oleh sistem tanah dan survei udara di alam yang jauh lebih intensif (terperinci) dan spesifik dan berorientasi proyek.<br />
<br />
Berdasarkan manfaat dan aplikasi remote sensing dan GIS, sektor teh telah mengadopsi pendekatan ini untuk mempelajari kerugian yang disebabkan faktor lingkungan karena berbagai alasan. Meskipun kebun menderita berbagai kerugian penyebab utama adalah kerusakan berat akibat serangan Helopeltis. Jadi dalam proyek ini inisiatif telah dilakukan untuk mempelajari kesehatan tanaman teh menggunakan analisis tekstur dan bagaimana kesehatan tenaman teh tersebut mempengaruhi hasilnya.<br />
<br />
Source: <a href="http://www.gisdevelopment.net/thesis/thesis7/intro_5.htm" target="_blank">http://www.gisdevelopment.net/thesis/the...ntro_5.htm</a>]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Penilaian Kesehatan Tanaman Teh Melalui Teknik Geospatial di India]]></title>
			<link>/showthread.php?tid=71</link>
			<pubDate>Wed, 21 Dec 2011 19:12:30 -0500</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">/showthread.php?tid=71</guid>
			<description><![CDATA[Aplikasi penginderaan jauh dan GIS telah digunakan untuk waktu yang cukup lama. Data penginderaan jauh membantu dalam mengidentifikasi status vegetasi dan memungkinkan pengguna untuk mengambil tindakan yang sesuai pada waktu yang tepat. Banyak pekerjaan penelitian juga telah dilakukan di sektor pertanian dari pemantauan tanaman untuk penilaian kerusakan. Tapi diamati bahwa pekerjaan sangat kurang telah dilakukan di sektor teh. Dengan demikian bekerja beberapa penelitian telah dilakukan di sektor teh menggunakan remote sensing dan GIS.<br />
<br />
Sebagai teh adalah minuman yang sangat penting, baik dari manajemen dan sudut pandang komersial, upaya telah dilakukan untuk memprediksi hasil teh menggunakan parameter kunci remote sensing dan GIS dan lainnya di lingkungan GIS (Tripathy et.al).<br />
<br />
Indeks luas daun (LAI) adalah salah satu faktor kunci utama berguna dalam model pertumbuhan tanaman yang mungkin berasal dari optik data penginderaan jauh. LAI memainkan peran penting baik dalam proses pertumbuhan tanaman dan reflektansi kanopi (Clevers et al.., 1994). Indeks vegetasi perbedaan normalisasi (NDVI) digunakan sebagai ukuran produktivitas tanaman (Sellers, 1985). Ini juga telah dianggap sebagai ukuran LAI untuk sebagian besar tanaman (Gong, et al.., 1995). Jadi NDVI-LAI dapat digunakan untuk mempelajari status vegetasi tanaman.<br />
<br />
Telah ada banyak usaha untuk memperkirakan LAI menggunakan berbagai jenis data penginderaan jauh sejak tahap awal ruang penginderaan jauh (Badwhar dkk, 1986;. Peterson et al, 1987;. Turner et al, 1999.). Penginderaan jauh estimasi LAI telah terutama didasarkan pada hubungan empiris antara LAI lapangan yang diukur dan sensor diamati respon spektral (Curran et al, 1992;. Peddle et al, 1999.). Sebagai nilai tunggal untuk mewakili penginderaan jauh tanggapan spektral daun hijau, indeks spektral vegetasi, seperti perbedaan vegetasi indeks normal (NDVI) atau rasio sederhana, sering digunakan untuk memperkirakan secara tidak langsung LAI. Normalisasi perbedaan indeks vegetasi (NDVI) telah indeks populer yang dapat digunakan untuk memperkirakan LAI di seluruh ekosistem beragam. Studi terbaru menunjukkan bahwa NDVI tidak mungkin sangat sensitif terhadap nilai-nilai ILD khususnya pada ekosistem hutan yang memiliki kondisi kanopi dekat bahwa nilai LAI relatif tinggi (Chen dan Cihlar 1996, Turner et al 1999.). Karena NDVI dan diperoleh dari data satelit (Gardner dkk, 1988 dan Baret dkk, 1991) perbedaan vegetasi dan penilaian kuantitatif untuk tahap pertumbuhan itu dan perkiraan penyerapan karbon itu dan evapotranspirasi (Nimani et.al , 1989. dan Ebisu, 2000) menjadi mungkin (Ogawa, dkk, 2000). Menggunakan data satelit optik dan radar, tanaman ILD tertentu dapat diperoleh untuk memantau pertumbuhan dan pemodelan (Guissard dkk, 2005).<br />
<br />
Ini juga telah menemukan bahwa karakteristik spektral dari tanaman teh yang sangat penting untuk memantau perkebunan teh dengan penginderaan jauh. Sebuah penelitian dilakukan di Sri Lanka dimana LAI dari kanopi teh dan reflektansi spektral dari berbagai jenis klon teh untuk usia yang berbeda pemangkasan dipelajari di bidang teh lima puluh di real dan model empiris antara NDVI dan LAI kanopi teh dikembangkan ( Rajapakse et. al, 2001)..<br />
<br />
Suatu usaha juga telah dilakukan untuk mengembangkan web GIS berlabuh diaktifkan Decision Support System (DSS) untuk perusahaan teh, pengenalan pertanian presisi, user friendly TI kerangka kerja untuk pengumpulan data spatiotemporal dan efisien dan cerdas dan Enterprise Resource Planning (ERP) paket untuk pendukung keputusan di semua level untuk manajemen yang lebih baik dan profitabilitas (Ghosh dkk, 2004).<br />
<br />
Beberapa pekerjaan telah dilaksanakan di West Bengal, India dimana penginderaan jauh telah digunakan untuk mencari ketersediaan air tanah dalam teh tumbuh bidang Terai Daerah. Penelitian telah mengungkapkan bahwa satelit penginderaan jauh yang dikombinasikan dengan data konvensional lainnya memiliki potensi besar untuk eksplorasi air tanah (Duarah et.al. 1993).<br />
<br />
Hal ini mengamati bahwa pengelolaan air merupakan faktor penting untuk menambah produktivitas tanaman tahunan seperti teh. Sebuah penelitian dilakukan terhadap penggunaan lahan dan potensi air tanah melalui teknik penginderaan jauh di Kabupaten Darrang dan Sonitpur dari Assam (Bordoloi dkk, 1994).<br />
<br />
Upaya juga telah dilakukan dengan menggunakan porfirin derivatif, n-tetraphenyl porphine mangan (111) klorida, film tipis untuk mendeteksi aroma teh berdasarkan reflektansi serat optik dengan tiga warna yang berbeda LED, merah, kuning dan hijau sebagai sumber cahaya (Akrajas et al.., 2000).<br />
<br />
Penelitian juga telah dilakukan pada penentuan kualitas teh dengan menggunakan jaringan saraf tiruan berdasarkan hidung elektronik. Logam oksida berbasis sensor hidung elektronik (EN) telah digunakan untuk menganalisa lima sampel teh dengan kualitas yang berbeda dalam oven. Oksida logam yang digunakan memiliki ketahanan elektronik dengan sensitivitas parsial untuk headspace teh. Data diolah menggunakan Analisis Komponen Dasar (PCA) dan algoritma Fuzzy C Means (FCM). Ditemukan bahwa EN mampu membedakan antara rasa teh diproduksi dalam kondisi pengolahan yang berbeda (Dutta et al).<br />
<br />
Hidung elektronik (ER) juga digunakan untuk karakterisasi aroma teh hitam ortodoks ortodoks dimana sampel diuji menggunakan Alpha MOS 2000 Hidung Elektronik dan data yang diperoleh dari setup eksperimental telah menggunakan diklasifikasikan PCA dan Black-propagasi Multi Layer Perceptron model Bhattacharyya (et al..).<br />
<br />
Eksperimen juga telah dilakukan untuk pengukuran informasi teh jamak menggunakan sensor serat-optik. Serat bereaksi terhadap berbagai sinyal seperti suhu dan tekanan. Informasi teh jamak menggunakan teknik multi-fungsional diukur dengan serat optik (Zhu et al 2004).<br />
<br />
Upaya juga telah dilakukan untuk model pengaruh irigasi terhadap hasil potensi teh dimana teh secangkir teh model divalidasi terhadap data hasil dari percobaan irigasi dilakukan pada kontras jenis tanah di daerah Siliguri dan Tezpore Utara-Timur India (Panda et. al, 2002).<br />
Source: <a href="http://www.gisdevelopment.net/thesis/thesis7/lite_4.htm" target="_blank">http://www.gisdevelopment.net/thesis/thesis7/lite_4.htm</a><br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">Pertanyaannya adalah: Apakah aplikasi penginderaan jauh dan sistem informasi geografis dapat dilakukan di perkebunan teh di Indonesia seperti yang dilakukan di India? Apakah masih harus menunggu lama lagi karena anggapan bahwa teknologi tersebut mahal?, terlebih-lebih saat ini sektor agrobisnis bidang teh di Indonesia sedang mengalami masa sulit? Entahlah...</span>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Aplikasi penginderaan jauh dan GIS telah digunakan untuk waktu yang cukup lama. Data penginderaan jauh membantu dalam mengidentifikasi status vegetasi dan memungkinkan pengguna untuk mengambil tindakan yang sesuai pada waktu yang tepat. Banyak pekerjaan penelitian juga telah dilakukan di sektor pertanian dari pemantauan tanaman untuk penilaian kerusakan. Tapi diamati bahwa pekerjaan sangat kurang telah dilakukan di sektor teh. Dengan demikian bekerja beberapa penelitian telah dilakukan di sektor teh menggunakan remote sensing dan GIS.<br />
<br />
Sebagai teh adalah minuman yang sangat penting, baik dari manajemen dan sudut pandang komersial, upaya telah dilakukan untuk memprediksi hasil teh menggunakan parameter kunci remote sensing dan GIS dan lainnya di lingkungan GIS (Tripathy et.al).<br />
<br />
Indeks luas daun (LAI) adalah salah satu faktor kunci utama berguna dalam model pertumbuhan tanaman yang mungkin berasal dari optik data penginderaan jauh. LAI memainkan peran penting baik dalam proses pertumbuhan tanaman dan reflektansi kanopi (Clevers et al.., 1994). Indeks vegetasi perbedaan normalisasi (NDVI) digunakan sebagai ukuran produktivitas tanaman (Sellers, 1985). Ini juga telah dianggap sebagai ukuran LAI untuk sebagian besar tanaman (Gong, et al.., 1995). Jadi NDVI-LAI dapat digunakan untuk mempelajari status vegetasi tanaman.<br />
<br />
Telah ada banyak usaha untuk memperkirakan LAI menggunakan berbagai jenis data penginderaan jauh sejak tahap awal ruang penginderaan jauh (Badwhar dkk, 1986;. Peterson et al, 1987;. Turner et al, 1999.). Penginderaan jauh estimasi LAI telah terutama didasarkan pada hubungan empiris antara LAI lapangan yang diukur dan sensor diamati respon spektral (Curran et al, 1992;. Peddle et al, 1999.). Sebagai nilai tunggal untuk mewakili penginderaan jauh tanggapan spektral daun hijau, indeks spektral vegetasi, seperti perbedaan vegetasi indeks normal (NDVI) atau rasio sederhana, sering digunakan untuk memperkirakan secara tidak langsung LAI. Normalisasi perbedaan indeks vegetasi (NDVI) telah indeks populer yang dapat digunakan untuk memperkirakan LAI di seluruh ekosistem beragam. Studi terbaru menunjukkan bahwa NDVI tidak mungkin sangat sensitif terhadap nilai-nilai ILD khususnya pada ekosistem hutan yang memiliki kondisi kanopi dekat bahwa nilai LAI relatif tinggi (Chen dan Cihlar 1996, Turner et al 1999.). Karena NDVI dan diperoleh dari data satelit (Gardner dkk, 1988 dan Baret dkk, 1991) perbedaan vegetasi dan penilaian kuantitatif untuk tahap pertumbuhan itu dan perkiraan penyerapan karbon itu dan evapotranspirasi (Nimani et.al , 1989. dan Ebisu, 2000) menjadi mungkin (Ogawa, dkk, 2000). Menggunakan data satelit optik dan radar, tanaman ILD tertentu dapat diperoleh untuk memantau pertumbuhan dan pemodelan (Guissard dkk, 2005).<br />
<br />
Ini juga telah menemukan bahwa karakteristik spektral dari tanaman teh yang sangat penting untuk memantau perkebunan teh dengan penginderaan jauh. Sebuah penelitian dilakukan di Sri Lanka dimana LAI dari kanopi teh dan reflektansi spektral dari berbagai jenis klon teh untuk usia yang berbeda pemangkasan dipelajari di bidang teh lima puluh di real dan model empiris antara NDVI dan LAI kanopi teh dikembangkan ( Rajapakse et. al, 2001)..<br />
<br />
Suatu usaha juga telah dilakukan untuk mengembangkan web GIS berlabuh diaktifkan Decision Support System (DSS) untuk perusahaan teh, pengenalan pertanian presisi, user friendly TI kerangka kerja untuk pengumpulan data spatiotemporal dan efisien dan cerdas dan Enterprise Resource Planning (ERP) paket untuk pendukung keputusan di semua level untuk manajemen yang lebih baik dan profitabilitas (Ghosh dkk, 2004).<br />
<br />
Beberapa pekerjaan telah dilaksanakan di West Bengal, India dimana penginderaan jauh telah digunakan untuk mencari ketersediaan air tanah dalam teh tumbuh bidang Terai Daerah. Penelitian telah mengungkapkan bahwa satelit penginderaan jauh yang dikombinasikan dengan data konvensional lainnya memiliki potensi besar untuk eksplorasi air tanah (Duarah et.al. 1993).<br />
<br />
Hal ini mengamati bahwa pengelolaan air merupakan faktor penting untuk menambah produktivitas tanaman tahunan seperti teh. Sebuah penelitian dilakukan terhadap penggunaan lahan dan potensi air tanah melalui teknik penginderaan jauh di Kabupaten Darrang dan Sonitpur dari Assam (Bordoloi dkk, 1994).<br />
<br />
Upaya juga telah dilakukan dengan menggunakan porfirin derivatif, n-tetraphenyl porphine mangan (111) klorida, film tipis untuk mendeteksi aroma teh berdasarkan reflektansi serat optik dengan tiga warna yang berbeda LED, merah, kuning dan hijau sebagai sumber cahaya (Akrajas et al.., 2000).<br />
<br />
Penelitian juga telah dilakukan pada penentuan kualitas teh dengan menggunakan jaringan saraf tiruan berdasarkan hidung elektronik. Logam oksida berbasis sensor hidung elektronik (EN) telah digunakan untuk menganalisa lima sampel teh dengan kualitas yang berbeda dalam oven. Oksida logam yang digunakan memiliki ketahanan elektronik dengan sensitivitas parsial untuk headspace teh. Data diolah menggunakan Analisis Komponen Dasar (PCA) dan algoritma Fuzzy C Means (FCM). Ditemukan bahwa EN mampu membedakan antara rasa teh diproduksi dalam kondisi pengolahan yang berbeda (Dutta et al).<br />
<br />
Hidung elektronik (ER) juga digunakan untuk karakterisasi aroma teh hitam ortodoks ortodoks dimana sampel diuji menggunakan Alpha MOS 2000 Hidung Elektronik dan data yang diperoleh dari setup eksperimental telah menggunakan diklasifikasikan PCA dan Black-propagasi Multi Layer Perceptron model Bhattacharyya (et al..).<br />
<br />
Eksperimen juga telah dilakukan untuk pengukuran informasi teh jamak menggunakan sensor serat-optik. Serat bereaksi terhadap berbagai sinyal seperti suhu dan tekanan. Informasi teh jamak menggunakan teknik multi-fungsional diukur dengan serat optik (Zhu et al 2004).<br />
<br />
Upaya juga telah dilakukan untuk model pengaruh irigasi terhadap hasil potensi teh dimana teh secangkir teh model divalidasi terhadap data hasil dari percobaan irigasi dilakukan pada kontras jenis tanah di daerah Siliguri dan Tezpore Utara-Timur India (Panda et. al, 2002).<br />
Source: <a href="http://www.gisdevelopment.net/thesis/thesis7/lite_4.htm" target="_blank">http://www.gisdevelopment.net/thesis/thesis7/lite_4.htm</a><br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">Pertanyaannya adalah: Apakah aplikasi penginderaan jauh dan sistem informasi geografis dapat dilakukan di perkebunan teh di Indonesia seperti yang dilakukan di India? Apakah masih harus menunggu lama lagi karena anggapan bahwa teknologi tersebut mahal?, terlebih-lebih saat ini sektor agrobisnis bidang teh di Indonesia sedang mengalami masa sulit? Entahlah...</span>]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Aplikasi Penginderaan Jauh untuk Pemantauan Tanaman Teh]]></title>
			<link>/showthread.php?tid=70</link>
			<pubDate>Wed, 21 Dec 2011 19:10:53 -0500</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">/showthread.php?tid=70</guid>
			<description><![CDATA[Penginderaan jauh (Remote Sensing) menawarkan cara yang efisien dan dapat diandalkan pengumpulan informasi yang diperlukan, untuk jenis teh dan areal peta. Penginderaan jauh memberikan informasi struktur tentang kesehatan vegetasi. Reflektan spektrum bidang teh selalu bervariasi sehubungan dengan jenis, fenologi panggung dan kesehatan tanaman dan ini bisa juga dipantau dan diukur dengan menggunakan sensor multispektral. Informasi dari penginderaan jauh data dapat dimasukkan ke Sistem Informasi Geografis (GIS) dan sistem tanam lainnya yang kemudian dapat dikombinasikan dengan data tambahan untuk memberikan informasi mengenai tutupan lahan, kondisi tanaman, manajemen kebun dan lainnya.<br />
<br />
Penilaian kesehatan teh, serta deteksi dini dari infestasi tanaman, sangat penting dalam memastikan produktivitas teh yang baik. Stress terkait dengan, misalnya, kekurangan air, serangga, jamur dan infestasi gulma, harus dideteksi dini cukup untuk memberikan kesempatan bagi para pekebun untuk mengurangi. Proses ini membutuhkan bahwa citra penginderaan jauh yang akan diberikan secara sering (di, minimum mingguan) dan akan diserahkan kepada petani dengan cepat, biasanya dalam waktu 2 hari. Ada juga kasus dimana pertumbuhan teh bervariasi dari satu tempat ke yang lain. Perbedaan-perbedaan pertumbuhan mungkin karena kekurangan hara tanah dan kondisi stres lainnya. Penginderaan jauh memungkinkan petani untuk mengidentifikasi lokasi kebun yang mengalami kesulitan, sehingga ia dapat menerapkan, misalnya, jenis yang benar dan jumlah pupuk, pestisida atau herbisida. Dengan menggunakan pendekatan ini, petani tidak hanya meningkatkan produktivitas dari tanah, tetapi juga mengurangi biaya-biaya input pertanian dan meminimalkan dampak lingkungan.<br />
<br />
Penginderaan jauh memiliki sejumlah atribut yang meminjamkan diri untuk memantau kesehatan tanaman teh. Satu keuntungan dari optik (vir) penginderaan adalah bahwa hal itu dapat melihat melampaui panjang gelombang terlihat ke inframerah, dimana panjang gelombang yang sangat sensitif terhadap tanaman kekuatan serta stres tanaman dan kerusakan tanaman. citra penginderaan jauh juga memberikan gambaran spasial yang dibutuhkan tanah. kemajuan terbaru dalam komunikasi dan teknologi memungkinkan penanam untuk mengamati bidang gambar dan membuat keputusan yang tepat waktu tentang pengelolaan tanaman. Penginderaan jauh dapat membantu dalam mengidentifikasi tanaman teh dipengaruhi oleh kondisi yang terlalu kering atau basah, dipengaruhi oleh serangga, serangan rumput atau jamur atau kerusakan akibat kondisi iklim dan cuaca. Gambar dapat diperoleh sepanjang musim tanam untuk tidak hanya mendeteksi masalah, tetapi juga untuk memantau keberhasilan pengendalian hama dan penyakit tersebut.<br />
<br />
Vegetasi sehat mengandung sejumlah besar klorofil, substansi yang memberikan warna khas kebanyakan vegetasi hijau. Dalam merujuk pada tanaman teh sehat, pantulan di bagian biru dan merah spektrum rendah karena klorofil menyerap energi ini. Sebaliknya, pantulan di daerah spektral hijau dan dekat-inframerah tinggi. Tanaman stress atau rusak mengalami penurunan kandungan klorofil dan perubahan struktur daun internal. Penurunan dalam hasil kandungan klorofil dalam penurunan reflektansi di wilayah hijau dan internal hasil kerusakan daun pada penurunan reflektansi dekat-inframerah. Penurunan ini reflektansi hijau dan inframerah memberikan deteksi dini stres tanaman. Meneliti rasio tercermin inframerah untuk panjang gelombang merah adalah ukuran yang sangat baik kesehatan vegetasi. Ini adalah premis di balik beberapa indeks vegetasi, seperti indeks vegetasi diferensial normalisasi (NDVI). tanaman sehat memiliki nilai NDVI tinggi karena mereka yang tinggi reflektansi cahaya inframerah, dan reflektansi relatif rendah cahaya merah. Fenologi dan kekuatan merupakan faktor utama dalam mempengaruhi NDVI. Pemeriksa variasi dalam pertumbuhan tanaman teh dalam satu bidang mungkin. Daerah tanaman konsisten sehat dan kuat akan muncul seragam cerah. vegetasi Stres akan muncul di antara gelap, cerah sehat areal tanaman. Jika data bergeoreferensi, dan jika penanam memiliki GPS (Global Positioning System) unit, kita dapat menemukan daerah yang tepat dari masalah tersebut dengan sangat cepat, dengan cara mencocokkan koordinat lokasi pada citra.<br />
<br />
Mendeteksi kerusakan dan pemantauan kesehatan tanaman teh membutuhkan citra resolusi tinggi dan kemampuan pencitraan multispektral. Salah satu faktor paling penting dalam membuat citra berguna untuk perkebunan adalah waktu untuk mengetahui masalah dengan cepat dari akuisisi data dan informasi distribusi tanaman. Data image yang mencerminkan kondisi tanaman dari dua minggu sebelumnya mungkin tidak membantu manajemen secara real time maupun mitigasi kerusakan. Citra satelit juga diperlukan pada waktu tertentu selama musim pertumbuhan, dan secara sering digunakan untuk pemantauan yang berkesinambungan, sehingga dapat mengantisipasi bahaya kerusakan tanaman secara lebih awal (Early Warning System).<br />
<br />
Source: <a href="http://www.gisdevelopment.net/" target="_blank">http://www.gisdevelopment.net/</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Penginderaan jauh (Remote Sensing) menawarkan cara yang efisien dan dapat diandalkan pengumpulan informasi yang diperlukan, untuk jenis teh dan areal peta. Penginderaan jauh memberikan informasi struktur tentang kesehatan vegetasi. Reflektan spektrum bidang teh selalu bervariasi sehubungan dengan jenis, fenologi panggung dan kesehatan tanaman dan ini bisa juga dipantau dan diukur dengan menggunakan sensor multispektral. Informasi dari penginderaan jauh data dapat dimasukkan ke Sistem Informasi Geografis (GIS) dan sistem tanam lainnya yang kemudian dapat dikombinasikan dengan data tambahan untuk memberikan informasi mengenai tutupan lahan, kondisi tanaman, manajemen kebun dan lainnya.<br />
<br />
Penilaian kesehatan teh, serta deteksi dini dari infestasi tanaman, sangat penting dalam memastikan produktivitas teh yang baik. Stress terkait dengan, misalnya, kekurangan air, serangga, jamur dan infestasi gulma, harus dideteksi dini cukup untuk memberikan kesempatan bagi para pekebun untuk mengurangi. Proses ini membutuhkan bahwa citra penginderaan jauh yang akan diberikan secara sering (di, minimum mingguan) dan akan diserahkan kepada petani dengan cepat, biasanya dalam waktu 2 hari. Ada juga kasus dimana pertumbuhan teh bervariasi dari satu tempat ke yang lain. Perbedaan-perbedaan pertumbuhan mungkin karena kekurangan hara tanah dan kondisi stres lainnya. Penginderaan jauh memungkinkan petani untuk mengidentifikasi lokasi kebun yang mengalami kesulitan, sehingga ia dapat menerapkan, misalnya, jenis yang benar dan jumlah pupuk, pestisida atau herbisida. Dengan menggunakan pendekatan ini, petani tidak hanya meningkatkan produktivitas dari tanah, tetapi juga mengurangi biaya-biaya input pertanian dan meminimalkan dampak lingkungan.<br />
<br />
Penginderaan jauh memiliki sejumlah atribut yang meminjamkan diri untuk memantau kesehatan tanaman teh. Satu keuntungan dari optik (vir) penginderaan adalah bahwa hal itu dapat melihat melampaui panjang gelombang terlihat ke inframerah, dimana panjang gelombang yang sangat sensitif terhadap tanaman kekuatan serta stres tanaman dan kerusakan tanaman. citra penginderaan jauh juga memberikan gambaran spasial yang dibutuhkan tanah. kemajuan terbaru dalam komunikasi dan teknologi memungkinkan penanam untuk mengamati bidang gambar dan membuat keputusan yang tepat waktu tentang pengelolaan tanaman. Penginderaan jauh dapat membantu dalam mengidentifikasi tanaman teh dipengaruhi oleh kondisi yang terlalu kering atau basah, dipengaruhi oleh serangga, serangan rumput atau jamur atau kerusakan akibat kondisi iklim dan cuaca. Gambar dapat diperoleh sepanjang musim tanam untuk tidak hanya mendeteksi masalah, tetapi juga untuk memantau keberhasilan pengendalian hama dan penyakit tersebut.<br />
<br />
Vegetasi sehat mengandung sejumlah besar klorofil, substansi yang memberikan warna khas kebanyakan vegetasi hijau. Dalam merujuk pada tanaman teh sehat, pantulan di bagian biru dan merah spektrum rendah karena klorofil menyerap energi ini. Sebaliknya, pantulan di daerah spektral hijau dan dekat-inframerah tinggi. Tanaman stress atau rusak mengalami penurunan kandungan klorofil dan perubahan struktur daun internal. Penurunan dalam hasil kandungan klorofil dalam penurunan reflektansi di wilayah hijau dan internal hasil kerusakan daun pada penurunan reflektansi dekat-inframerah. Penurunan ini reflektansi hijau dan inframerah memberikan deteksi dini stres tanaman. Meneliti rasio tercermin inframerah untuk panjang gelombang merah adalah ukuran yang sangat baik kesehatan vegetasi. Ini adalah premis di balik beberapa indeks vegetasi, seperti indeks vegetasi diferensial normalisasi (NDVI). tanaman sehat memiliki nilai NDVI tinggi karena mereka yang tinggi reflektansi cahaya inframerah, dan reflektansi relatif rendah cahaya merah. Fenologi dan kekuatan merupakan faktor utama dalam mempengaruhi NDVI. Pemeriksa variasi dalam pertumbuhan tanaman teh dalam satu bidang mungkin. Daerah tanaman konsisten sehat dan kuat akan muncul seragam cerah. vegetasi Stres akan muncul di antara gelap, cerah sehat areal tanaman. Jika data bergeoreferensi, dan jika penanam memiliki GPS (Global Positioning System) unit, kita dapat menemukan daerah yang tepat dari masalah tersebut dengan sangat cepat, dengan cara mencocokkan koordinat lokasi pada citra.<br />
<br />
Mendeteksi kerusakan dan pemantauan kesehatan tanaman teh membutuhkan citra resolusi tinggi dan kemampuan pencitraan multispektral. Salah satu faktor paling penting dalam membuat citra berguna untuk perkebunan adalah waktu untuk mengetahui masalah dengan cepat dari akuisisi data dan informasi distribusi tanaman. Data image yang mencerminkan kondisi tanaman dari dua minggu sebelumnya mungkin tidak membantu manajemen secara real time maupun mitigasi kerusakan. Citra satelit juga diperlukan pada waktu tertentu selama musim pertumbuhan, dan secara sering digunakan untuk pemantauan yang berkesinambungan, sehingga dapat mengantisipasi bahaya kerusakan tanaman secara lebih awal (Early Warning System).<br />
<br />
Source: <a href="http://www.gisdevelopment.net/" target="_blank">http://www.gisdevelopment.net/</a>]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Sinergi Theanin dan Kafein pada Teh Mampu Meningkatkan Konsentrasi]]></title>
			<link>/showthread.php?tid=69</link>
			<pubDate>Wed, 21 Dec 2011 19:09:38 -0500</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">/showthread.php?tid=69</guid>
			<description><![CDATA[Theanin adalah asam amino yang biasa ditemukan hampir secara eksklusif dalam teh. Telah terbukti mengurangi kecemasan terutama pada wanita muda, mengurangi tekanan darah tinggi dan meningkatkan konsentrasi dan belajar. Kedua senyawa bersinergi untuk meningkatkan konsentrasi. Sebuah studi menemukan bahwa hanya 4 cangkir teh akan mencapai efek konsentrasi yang mendalam. Banyak orang meminum secangkir kopi ketika mereka harus berkonsentrasi. Orang-orang dengan fokus lesu mungkin, namun lebih baik dengan secangkir teh untuk memperoleh hal yang sama.<br />
<br />
Sebuah studi pada tahun 2007 yang didanai oleh Unilever dilakukan oleh John J. Foxe dari Nathan S. Kline Institute for Psychiatric Research di Orangeburg, NY-USA. Dr. Foxe menemukan bahwa theanin dan kafein bersinergi untuk meningkatkan aktivitas neuron otak. Orang-orang yang meminum larutan yang mengandung theanin sebanyak 10 cangkir teh mampu lebih fokus pada tugas-tugas daripada mereka yang mengkonsumsi suplemen peningkat konsentrasi, ujar Foxe pada simposium internasional tentang teh dan kesehatan manusia di Washington, USA. Cukup 100 miligram theanin memungkinkan orang untuk lebih fokus pada tugas yang rumit, tapi hanya jika dikonsumsi dengan 60 miligram kafein – dan kombinasi tersebut ditemukan dalam 4 cangkir teh hijau, lanjut Foxe lebih baru-baru ini. Ada efek sinergis yang mendalam, dan menurut saya, sebenarnya kita semua memperoleh obat dengan cara seperti ini, jelas Foxe.<br />
<br />
Dr. Foxe dan rekan-rekannya merekrut 16 orang untuk tes konsentrasi selama 4 hari. Sebelum pengujian, masing-masing individu minum segelas air. Selama 3 hari, minuman itu mengandung 100 miligram theanin, 60 mg kafein, atau kombinasi keduanya. Dosis theanin tersebut setara dengan meminum teh sebanyak 4-5 cangkir, dan kafein sekitar 2,5 cangkir.<br />
<br />
Dalam tes yang sulit, peserta mengamati layar komputer dan menekan tombol ketika sebuah bentuk yang ditunjuk muncul di samping bidang visual yang ruwet dimana sebelumnya ada sebuah panah penanda pada objek visual yang dimaksud. Akurasi peserta sedikit berbeda antara ketika mereka mendapat air saja atau dengan hanya satu aditif. Akurasi meningkat secara dramatis, namun, pada hari itu mereka mendapat theanin kombinasi dan kafein. Kemampuan konsentrasi berlangsung sepanjang 3 jam pengujian. Aktivitas otak, diukur sepanjang masing-masing tes, menunjukkan bahwa theanin diinduksi gelombang alfa kuat dalam neuron, yang mengindikasikan sifat menenangkan. Tapi itu hanya bertahan sampai fokus diperlukan. Kemudian, Foxe mengatakan, aktivitas alfa turun drastis jika seseorang telah mendapat theanin terutama dalam kombinasinya dengan kafein yang menunjukkan bahwa neuron pemalasan tiba-tiba memutar balik sikap aktivitas peserta.<br />
<br />
Sumber: <a href="http://www.amazing-green-tea.com/theanine-and-caffeine.html" target="_blank">http://www.amazing-green-tea.com/theanin...feine.html</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Theanin adalah asam amino yang biasa ditemukan hampir secara eksklusif dalam teh. Telah terbukti mengurangi kecemasan terutama pada wanita muda, mengurangi tekanan darah tinggi dan meningkatkan konsentrasi dan belajar. Kedua senyawa bersinergi untuk meningkatkan konsentrasi. Sebuah studi menemukan bahwa hanya 4 cangkir teh akan mencapai efek konsentrasi yang mendalam. Banyak orang meminum secangkir kopi ketika mereka harus berkonsentrasi. Orang-orang dengan fokus lesu mungkin, namun lebih baik dengan secangkir teh untuk memperoleh hal yang sama.<br />
<br />
Sebuah studi pada tahun 2007 yang didanai oleh Unilever dilakukan oleh John J. Foxe dari Nathan S. Kline Institute for Psychiatric Research di Orangeburg, NY-USA. Dr. Foxe menemukan bahwa theanin dan kafein bersinergi untuk meningkatkan aktivitas neuron otak. Orang-orang yang meminum larutan yang mengandung theanin sebanyak 10 cangkir teh mampu lebih fokus pada tugas-tugas daripada mereka yang mengkonsumsi suplemen peningkat konsentrasi, ujar Foxe pada simposium internasional tentang teh dan kesehatan manusia di Washington, USA. Cukup 100 miligram theanin memungkinkan orang untuk lebih fokus pada tugas yang rumit, tapi hanya jika dikonsumsi dengan 60 miligram kafein – dan kombinasi tersebut ditemukan dalam 4 cangkir teh hijau, lanjut Foxe lebih baru-baru ini. Ada efek sinergis yang mendalam, dan menurut saya, sebenarnya kita semua memperoleh obat dengan cara seperti ini, jelas Foxe.<br />
<br />
Dr. Foxe dan rekan-rekannya merekrut 16 orang untuk tes konsentrasi selama 4 hari. Sebelum pengujian, masing-masing individu minum segelas air. Selama 3 hari, minuman itu mengandung 100 miligram theanin, 60 mg kafein, atau kombinasi keduanya. Dosis theanin tersebut setara dengan meminum teh sebanyak 4-5 cangkir, dan kafein sekitar 2,5 cangkir.<br />
<br />
Dalam tes yang sulit, peserta mengamati layar komputer dan menekan tombol ketika sebuah bentuk yang ditunjuk muncul di samping bidang visual yang ruwet dimana sebelumnya ada sebuah panah penanda pada objek visual yang dimaksud. Akurasi peserta sedikit berbeda antara ketika mereka mendapat air saja atau dengan hanya satu aditif. Akurasi meningkat secara dramatis, namun, pada hari itu mereka mendapat theanin kombinasi dan kafein. Kemampuan konsentrasi berlangsung sepanjang 3 jam pengujian. Aktivitas otak, diukur sepanjang masing-masing tes, menunjukkan bahwa theanin diinduksi gelombang alfa kuat dalam neuron, yang mengindikasikan sifat menenangkan. Tapi itu hanya bertahan sampai fokus diperlukan. Kemudian, Foxe mengatakan, aktivitas alfa turun drastis jika seseorang telah mendapat theanin terutama dalam kombinasinya dengan kafein yang menunjukkan bahwa neuron pemalasan tiba-tiba memutar balik sikap aktivitas peserta.<br />
<br />
Sumber: <a href="http://www.amazing-green-tea.com/theanine-and-caffeine.html" target="_blank">http://www.amazing-green-tea.com/theanin...feine.html</a>]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Grading: Masalah dan Solusinya]]></title>
			<link>/showthread.php?tid=68</link>
			<pubDate>Wed, 21 Dec 2011 19:06:01 -0500</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">/showthread.php?tid=68</guid>
			<description><![CDATA[Berbeda dengan proses-proses pengolahan teh pada tahap awal seperti pelayuan, penggulungan, penggilingan, oksimatis, dan pengeringan yang nyaris teratur dan skematis, proses sortasi dan grading (tea grade) kalau tidak mau dikatakan rumit, proses ini mempunyai tingkat keunikan tersendiri. Tidak jarang proses ini harus melalui tahap-tahap “revisi” sebelum akhirnya grade teh hitam yang diinginkan bersemayam di dalam tea bin untuk selanjutnya diproses lebih lanjut, pengepakan. Mengapa proses sortasi dan grading tersebut seakan menjadi demikian rumit?<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">Kualitas Teh Hitam</span><br />
Dalam ranah perdagangan teh hitam, secara umum ada tiga kriteria yang menjadi sandaran dalam sistem penilaian mutu. Ketiga kriteria tersebut adalah kenampakkan (appearance), warna dan rasa air seduhan (inner quality) serta yang ketiga adalah ampas seduhan (infusion). Diantara lima panca indera yang kita miliki, mata merupakan panca indera yang paling mudah mendeteksi lingkungan, sehingga tidaklah mengherankan apabila kenampakkan (appearance) menjadi langkah awal dalam penentuan dan penilaian kualitas teh hitam. Teh yang clean (bersih), even (rata) dan blackish (kehitaman) adalah beberapa sifat mutu teh yang mudah dikenali melalui deteksi indera mata. Namun demikian, untuk menghasilkan teh hitam seperti itu, ternyata masih menjadi kendala, bukan saja di tataran pengolah level rendah, seperti pegawai bagian sortasi dan grading, namun boleh jadi hal ini menjadi masalah juga bagi sebagian pengolah di level yang cukup bergengsi seperti sinder pabrik atau kepala pengolahan.<br />
<br />
Salah satu cacat kualitas akibat kesalahan selama proses sortasi dan grading adalah greyness atau hilangnya bloom pada permukaan teh hitamnya. Kondisi ini tentunya sangat merugikan, karena dengan timbulnya greyness maka teh akan kehilangan sejumlah potensi positifnya seperti hilangnya potensi karakter liquor, dan yang pasti appearance partikel teh tersebut akan hilang. Yang ada hanyalah teh yang kusam dan pucat. Mengingat cacat kulaitas tersebut lazim terjadi, maka berikut ini dijelaskan beberapa faktor yang menyebabkan greyness ini terjadi.<br />
<br />
   1. Proses penggulungan dan penggilingan yang berlebihan dapat menyebabkan terjadinya greyness.<br />
   2. Teh yang siap disortir sebaiknya mempunyai kadar air antara 3 dan 5%. Apabila kadar air teh tersebut diatas 5%, maka kemungkinan terjadinya greyness menjadi semakin besar.<br />
   3. Partikel teh teperangkap dalam pelengkungan meshes dalam mesin sortasi dan selanjutnya terkelupas akibat gerakan dari trays.<br />
   4. Tumpulnya pisau dalam cutter dan beberapa jenis mesin pemecah, sehingga tidak mampu memotong.<br />
   5. Proses sortasi yang berlebih berpotensi menyebabkan greyness secara lebih cepat. Hal ini disebabkan adanya gesekan antara partikel dan trays yang berlangsung secara kontinyu. Akibatnya, varnish yang terdapat dalam teh dapat dengan mudah terkelupas.<br />
   6. Handling yang berlebihan pada produkpun berpotensi menghasilkan teh yang greyness.<br />
   7. Kemungkinan lain, meskipun kecil hal ini bisa terjadi, yaitu salah memasukkan teh ke dalam hopper atau tempat lain. Teh yang salah masuk tempat perlu dipindahtempatkan. Dan hal ini menyebabkan gesekan.<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">Empat Prinsip Dasar Sortasi dan Grading</span><br />
Setiap pabrik teh mempunyai metode tersendiri untuk menghasilkan teh hitam yang diinginkannya. Hal ini sangat dimengerti, mengingat setiap kebun mempunyai kriteria masing-masing yang tetap harus dijaga untuk memenuhi keinginan pasar. Namun demikian, baik untuk CTC maupun orthodox proses sortasi dan grading secara umum mempunyai pola yang sama.<br />
<br />
Sortasi dan grading merupakan satu-satunya proses pengolahan teh yang tidak memiliki ketentuan yang pasti hingga tidak ada pola kerja yang tetap yang dapat diikuti. Karena itu dibutuhkan penilaian yang seksama untuk memutuskan apakah ukuran dan bentuk hasil sortasi sudah cukup rata (even), cukup bersih (clean) dari serat dan tulang daun, hingga diketahui apakah pekerjaan sortasi perlu diulang atau tidak. Untuk mengambil keputusan seperti ini diperlukan kemampuan dan integritas yang tinggi (Ningrat, 2006).<br />
<br />
Meski demikian, untuk menghasilkan teh yang memenuhi kriteria diatas setidaknya ada 4 prinsip dasar yang perlu diperhatikan secara seksama, yaitu:<br />
<br />
   1. Pemisahan berdasarkan “warna”<br />
   2. Pemisahan berdasarkan bentuk<br />
   3. Pemisahan berdasarkan ukuran<br />
   4. Pemisahan berdasarkan densitas<br />
<br />
Meski dibeberapa buku ke empat prosedur diatas tidak secara tegas diurutkan, namun pada kesempatan kali ini penulis mencoba menjabarkan alasan mengapa urutan proses sortasi dan grading ini dimulai dari pemisahan “warna”.<br />
<br />
Teh kering yang keluar dari mesin sortasi secara umum dapat dibagi menjadi 3 bagian, yaitu bubuk (daun), tulang dan serat yang berwarna merah. Serat yang keluar dari mesin pengering mempunyai kadar air yang lebih rendah dibandingkan dengan bubuk dan tulang. Karena sifatnya yang higroskopis, maka serat ini akan cepat menyerap air untuk selanjutnya lebih berhak mempunyai kadar air yang lebih tinggi dibandingkan dengan bubuk maupun tulang. Apabila kondisi ini dibiarkan, maka proses sortasi menjadi demikian sulit memisahkan serat dari bubuk mengingat kadar air serat lebih tinggi daripada bubuknya atau fraksi daun, seperti terlihat pada Gambar di bawah ini.<br />
<br />
<div style="text-align: center;"><img src="http://rumahteh.com/newspics/grading01.jpg" border="0" alt="[Image: grading01.jpg]" /></div>
<br />
Prinsip dasar pemisahan serat (warna) ini adalah berdasarkan kadar air ataupun elektrostatik. Partikel dengan kadar air rendah lebih mudah ditarik dengan prinsip elektrostatik. Oleh karena itu, keringan yang keluar dari pengering sebaiknya sesegera mungkin diolah agar kadar airnya tidak meningkat tajam. Mesin yang dapat melaksanakan amanah ini tentunya mesin yang bekerja secara elektorstatik. Mesin yang dimaksud adalah electric stalk extractor dan vibro (vibro stalk extractor).<br />
<br />
Di pabrik pengolahan teh hitam Hindustan Lever, Valparai India, vibro yang biasa ditempatkan di ruang pengering dengan maksud agar proses pemisahan serat dan tulang bisa sesegera mungkin dilakukan. Selain mampu mereduksi biaya produski karena vibro yang dipakai tidak memerlukan lampu pemanas, ternyata penempatan vibro di ruang pengering ini mampu menghasilkan teh hitam yang lebih clean, karena serat dan tulangnya telah dipisahkan ditahap-tahap awal proses sortasi. Apabila pemisahan warna (serat) ini telah berhasil dilakukan, maka proses selanjutnya; pemisahan bentuk, ukuran dan densitas menjadi lebih mudah.<br />
<br />
Meskipun proses pemisahan berdasarkan warna diatas masih menyisakan sejumlah serat dan tulang, tahap selanjutnya yaitu pemisahan berdasarkan bentuk dapat membantu mengoreksi upaya pemisahan serat dan tulang dari fraksi daun. Berdasarkan bentuknya, tulang dan serat masuk kategori bentuk yang memanjang (wiry), sementara itu fraksi daun lebih dekat kepada bentuk yang keriting (curly) dan bulat (grainy). Mesin yang cocok untuk memisahkan fraksi serat dan tulang dari fraksi daun adalah dengan mesin yang bekerja dalam bidang vertical, oscillatory atau reciprocating sifter, yaitu mesin yang bergerak seperti ayunan dan maju mundur. Mesin tipe ini dapat diwakili oleh bubble trays. Untuk lebih jelasnya, Tabel dibawah ini akan lebih menjelaskan fungsi dan jenis teh yang dapat terpisahkan.<br />
<br />
<div style="text-align: center;"><img src="http://rumahteh.com/newspics/grading02.jpg" border="0" alt="[Image: grading02.jpg]" /></div>
<br />
Prinsip selanjutnya adalah pemisahan berdasarkan ukuran. Ketika bentuk dari fraksi daun teh hasil pemisahan bentuk sudah diperoleh, maka proses selanjutnya adalah pemisahan fraksi teh berdasarkan ukuran partikel. Pada proses ini, grade-grade teh jenis broken (bubuk) seperti BOP, BOPF, PF, BT, BP, Dust maupun BM dapat dihasilkan. Seperti diperlihatkan pada Tabel 1 diatas, maka mesin yang mampu memisahkan grade teh jenis ini adalah mesin yang bekerja secara rotary, seperti rotary sifter. Apabila, dengan proses ini belum menghasilkan teh yang sesuai dengan standar yang berlaku, maka kombinasi antara rotary sifter dan fibro screen separator perlu menjadi prioritas. Fibro screen separator adalah mesin yang berfungsi untuk memisahkan fraksi daun dengan perbedaan berat jenis yang berbeda. Mesin ini bekerja melalui getaran yang memutar. Akibatnya, fraksi teh dengan berat jenis yang ringan akan bergeser mendekati dinding mesin, sementara fraksi teh dengan berat jenis yang lebih berat akan berkumpul di tengah. Hal ini berlaku bagi screen-screen dibawahnya. Kalau boleh jujur, fibro screen separator ini merupakan mesin dengan prinsip ganda, yaitu memisahkan fraksi teh berdasarkan ukuran dan berat jenis. Sehingga, fraksi daun yang sudah melalui mesin ini sudah dapat ditentukan gradenya.<br />
<br />
Tahap ke empat adalah tahap pemisahan berdasarkan berat jenis. Tahap ini bisa dianggap optional ketika tahap pemisahan berdasarkan warna, bentuk dan ukuran sudah sesuai dengan kaidah yang berlaku. Namun demikian, apabila fraksi daun teh yang dihasilkan dari tahap ketiga yang dikombinasikan dengan fibro screen separator ini masih menyisakan sedikit masalah, maka pemisahan berdasarkan berat jenis secara murni dapat dilakukan. Mesin yang lazim digunakan adalah theewan atau section winnower. Apabila keempat prinsip diatas ini bisa dilakukan secara baik, maka proses sortasi dan grading akan menjadi demikian mudah. Cukup satu kali saja proses saja, tidak perlu ada pengulangan-pengulangan. Karena pengulangan-pengulangan tersebut, selain menghabiskan energy, menambah biaya produksi, juga akan menyebabkan hilangnya karakter teh hitam, seperti terbentuknya teh hitam yang greysish.<br />
<br />
Tentunya, untuk menginsert permasalahan-permasalahan selama proses sortasi dan grading tidak mungkin tercover dalam tulisan yang singkat ini. Tulisan ini hanya sebatas refreshing terhadap sebagian kecil permasalahan yang ada di pabrik pengolahan teh hitam. Penulis yakin bahwa masing-masing pabrik mempunyai masalah dan solusi yang spesifik. Oleh karena itu diskusi yang intensif di pabrik-pabrik perlu kembali digalakan untuk saling bertukar pikiran permasalahan real yang benar-benar terjadi di lapangan. Terakhir, besar harapan kami, tulisan ini dapat menambah khasanah keilmuan kita dalam menghasilkan teh hitam yang lebih baik lagi. Amiin.<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">Daftar Bacaan</span><br />
<br />
   1. Harler C.R. 1963. Tea manufacture. Oxforrd Tropical Handbooks.<br />
   2. Keegel, E.L. 1962. Tea Quarterly. 33<br />
   3. Keegel E.L. 1958. Tea Manufacture in Ceylon. Monographs on tea production in Ceylon, no. 4, 2nd Ed.<br />
   4. Ningrat, S.D. 2006. Teknologi Pengolahan Teh Hitam. Penerbit ITB.<br />
   5. Sarma, G. 2000. Sorting and grading. Tea Technology, 1st Ed. Assam Review publishing Co. Calcuta.<br />
   6. Werkhoven, J. 1974. FAO Agricultural Services Bulletin, 26.<br />
<br />
<hr />
<span style="font-weight: bold;">Komentar &amp; Tanggapan:</span><br />
<br />
1. Muhammad Akbar dari Purwokerto  - 10/07/2010 - 20:47 WIB<br />
"Wow artikel baru... makasih ya Pak Dadan ulasannya bagus banget!!! aku pake buat sumber skripsi...boleh kan pak? "<br />
	 <br />
 	<br />
2. Dadan ROHDIANA dari Bandung  - 13/07/2010 - 20:06 WIB<br />
"Terimakasih Mas Akbar atas kunjungannya di rumahteh[dot]com. Tentu boleh Mas, kami senang bila artikel-artikelnya dapat bermanfaat bagi pengunjung. "<br />
	 <br />
 	<br />
3. Meitha dari Bandung  - 19/07/2010 - 15:16 WIB<br />
"Kalo boleh tau Mas Akbar skripsinya tentang apa?? makasiii..."<br />
<br />
<br />
4. Rio Adi dari Yogyakarta  - 13/10/2011 - 20:32 WIB<br />
"dengan web ini saya menjadi lebih tw mengenai pengolahan teh,, terima kasih banyak rumahteh.com <img src="images/smilies/smile.gif" style="vertical-align: middle;" border="0" alt="Smile" title="Smile" />"<br />
	 <br />
 	<br />
5. Dadan ROHDIANA dari Bandung  - 18/10/2011 - 13:36 WIB<br />
"Terimakasih Pak Rio atas kunjungannya di rumahteh[dot]com. Senang sekali kami dapat berbagi informasi dengan semua pengunjung web ini. Ditunggu kehadiran berikutnya. Salam."]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Berbeda dengan proses-proses pengolahan teh pada tahap awal seperti pelayuan, penggulungan, penggilingan, oksimatis, dan pengeringan yang nyaris teratur dan skematis, proses sortasi dan grading (tea grade) kalau tidak mau dikatakan rumit, proses ini mempunyai tingkat keunikan tersendiri. Tidak jarang proses ini harus melalui tahap-tahap “revisi” sebelum akhirnya grade teh hitam yang diinginkan bersemayam di dalam tea bin untuk selanjutnya diproses lebih lanjut, pengepakan. Mengapa proses sortasi dan grading tersebut seakan menjadi demikian rumit?<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">Kualitas Teh Hitam</span><br />
Dalam ranah perdagangan teh hitam, secara umum ada tiga kriteria yang menjadi sandaran dalam sistem penilaian mutu. Ketiga kriteria tersebut adalah kenampakkan (appearance), warna dan rasa air seduhan (inner quality) serta yang ketiga adalah ampas seduhan (infusion). Diantara lima panca indera yang kita miliki, mata merupakan panca indera yang paling mudah mendeteksi lingkungan, sehingga tidaklah mengherankan apabila kenampakkan (appearance) menjadi langkah awal dalam penentuan dan penilaian kualitas teh hitam. Teh yang clean (bersih), even (rata) dan blackish (kehitaman) adalah beberapa sifat mutu teh yang mudah dikenali melalui deteksi indera mata. Namun demikian, untuk menghasilkan teh hitam seperti itu, ternyata masih menjadi kendala, bukan saja di tataran pengolah level rendah, seperti pegawai bagian sortasi dan grading, namun boleh jadi hal ini menjadi masalah juga bagi sebagian pengolah di level yang cukup bergengsi seperti sinder pabrik atau kepala pengolahan.<br />
<br />
Salah satu cacat kualitas akibat kesalahan selama proses sortasi dan grading adalah greyness atau hilangnya bloom pada permukaan teh hitamnya. Kondisi ini tentunya sangat merugikan, karena dengan timbulnya greyness maka teh akan kehilangan sejumlah potensi positifnya seperti hilangnya potensi karakter liquor, dan yang pasti appearance partikel teh tersebut akan hilang. Yang ada hanyalah teh yang kusam dan pucat. Mengingat cacat kulaitas tersebut lazim terjadi, maka berikut ini dijelaskan beberapa faktor yang menyebabkan greyness ini terjadi.<br />
<br />
   1. Proses penggulungan dan penggilingan yang berlebihan dapat menyebabkan terjadinya greyness.<br />
   2. Teh yang siap disortir sebaiknya mempunyai kadar air antara 3 dan 5%. Apabila kadar air teh tersebut diatas 5%, maka kemungkinan terjadinya greyness menjadi semakin besar.<br />
   3. Partikel teh teperangkap dalam pelengkungan meshes dalam mesin sortasi dan selanjutnya terkelupas akibat gerakan dari trays.<br />
   4. Tumpulnya pisau dalam cutter dan beberapa jenis mesin pemecah, sehingga tidak mampu memotong.<br />
   5. Proses sortasi yang berlebih berpotensi menyebabkan greyness secara lebih cepat. Hal ini disebabkan adanya gesekan antara partikel dan trays yang berlangsung secara kontinyu. Akibatnya, varnish yang terdapat dalam teh dapat dengan mudah terkelupas.<br />
   6. Handling yang berlebihan pada produkpun berpotensi menghasilkan teh yang greyness.<br />
   7. Kemungkinan lain, meskipun kecil hal ini bisa terjadi, yaitu salah memasukkan teh ke dalam hopper atau tempat lain. Teh yang salah masuk tempat perlu dipindahtempatkan. Dan hal ini menyebabkan gesekan.<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">Empat Prinsip Dasar Sortasi dan Grading</span><br />
Setiap pabrik teh mempunyai metode tersendiri untuk menghasilkan teh hitam yang diinginkannya. Hal ini sangat dimengerti, mengingat setiap kebun mempunyai kriteria masing-masing yang tetap harus dijaga untuk memenuhi keinginan pasar. Namun demikian, baik untuk CTC maupun orthodox proses sortasi dan grading secara umum mempunyai pola yang sama.<br />
<br />
Sortasi dan grading merupakan satu-satunya proses pengolahan teh yang tidak memiliki ketentuan yang pasti hingga tidak ada pola kerja yang tetap yang dapat diikuti. Karena itu dibutuhkan penilaian yang seksama untuk memutuskan apakah ukuran dan bentuk hasil sortasi sudah cukup rata (even), cukup bersih (clean) dari serat dan tulang daun, hingga diketahui apakah pekerjaan sortasi perlu diulang atau tidak. Untuk mengambil keputusan seperti ini diperlukan kemampuan dan integritas yang tinggi (Ningrat, 2006).<br />
<br />
Meski demikian, untuk menghasilkan teh yang memenuhi kriteria diatas setidaknya ada 4 prinsip dasar yang perlu diperhatikan secara seksama, yaitu:<br />
<br />
   1. Pemisahan berdasarkan “warna”<br />
   2. Pemisahan berdasarkan bentuk<br />
   3. Pemisahan berdasarkan ukuran<br />
   4. Pemisahan berdasarkan densitas<br />
<br />
Meski dibeberapa buku ke empat prosedur diatas tidak secara tegas diurutkan, namun pada kesempatan kali ini penulis mencoba menjabarkan alasan mengapa urutan proses sortasi dan grading ini dimulai dari pemisahan “warna”.<br />
<br />
Teh kering yang keluar dari mesin sortasi secara umum dapat dibagi menjadi 3 bagian, yaitu bubuk (daun), tulang dan serat yang berwarna merah. Serat yang keluar dari mesin pengering mempunyai kadar air yang lebih rendah dibandingkan dengan bubuk dan tulang. Karena sifatnya yang higroskopis, maka serat ini akan cepat menyerap air untuk selanjutnya lebih berhak mempunyai kadar air yang lebih tinggi dibandingkan dengan bubuk maupun tulang. Apabila kondisi ini dibiarkan, maka proses sortasi menjadi demikian sulit memisahkan serat dari bubuk mengingat kadar air serat lebih tinggi daripada bubuknya atau fraksi daun, seperti terlihat pada Gambar di bawah ini.<br />
<br />
<div style="text-align: center;"><img src="http://rumahteh.com/newspics/grading01.jpg" border="0" alt="[Image: grading01.jpg]" /></div>
<br />
Prinsip dasar pemisahan serat (warna) ini adalah berdasarkan kadar air ataupun elektrostatik. Partikel dengan kadar air rendah lebih mudah ditarik dengan prinsip elektrostatik. Oleh karena itu, keringan yang keluar dari pengering sebaiknya sesegera mungkin diolah agar kadar airnya tidak meningkat tajam. Mesin yang dapat melaksanakan amanah ini tentunya mesin yang bekerja secara elektorstatik. Mesin yang dimaksud adalah electric stalk extractor dan vibro (vibro stalk extractor).<br />
<br />
Di pabrik pengolahan teh hitam Hindustan Lever, Valparai India, vibro yang biasa ditempatkan di ruang pengering dengan maksud agar proses pemisahan serat dan tulang bisa sesegera mungkin dilakukan. Selain mampu mereduksi biaya produski karena vibro yang dipakai tidak memerlukan lampu pemanas, ternyata penempatan vibro di ruang pengering ini mampu menghasilkan teh hitam yang lebih clean, karena serat dan tulangnya telah dipisahkan ditahap-tahap awal proses sortasi. Apabila pemisahan warna (serat) ini telah berhasil dilakukan, maka proses selanjutnya; pemisahan bentuk, ukuran dan densitas menjadi lebih mudah.<br />
<br />
Meskipun proses pemisahan berdasarkan warna diatas masih menyisakan sejumlah serat dan tulang, tahap selanjutnya yaitu pemisahan berdasarkan bentuk dapat membantu mengoreksi upaya pemisahan serat dan tulang dari fraksi daun. Berdasarkan bentuknya, tulang dan serat masuk kategori bentuk yang memanjang (wiry), sementara itu fraksi daun lebih dekat kepada bentuk yang keriting (curly) dan bulat (grainy). Mesin yang cocok untuk memisahkan fraksi serat dan tulang dari fraksi daun adalah dengan mesin yang bekerja dalam bidang vertical, oscillatory atau reciprocating sifter, yaitu mesin yang bergerak seperti ayunan dan maju mundur. Mesin tipe ini dapat diwakili oleh bubble trays. Untuk lebih jelasnya, Tabel dibawah ini akan lebih menjelaskan fungsi dan jenis teh yang dapat terpisahkan.<br />
<br />
<div style="text-align: center;"><img src="http://rumahteh.com/newspics/grading02.jpg" border="0" alt="[Image: grading02.jpg]" /></div>
<br />
Prinsip selanjutnya adalah pemisahan berdasarkan ukuran. Ketika bentuk dari fraksi daun teh hasil pemisahan bentuk sudah diperoleh, maka proses selanjutnya adalah pemisahan fraksi teh berdasarkan ukuran partikel. Pada proses ini, grade-grade teh jenis broken (bubuk) seperti BOP, BOPF, PF, BT, BP, Dust maupun BM dapat dihasilkan. Seperti diperlihatkan pada Tabel 1 diatas, maka mesin yang mampu memisahkan grade teh jenis ini adalah mesin yang bekerja secara rotary, seperti rotary sifter. Apabila, dengan proses ini belum menghasilkan teh yang sesuai dengan standar yang berlaku, maka kombinasi antara rotary sifter dan fibro screen separator perlu menjadi prioritas. Fibro screen separator adalah mesin yang berfungsi untuk memisahkan fraksi daun dengan perbedaan berat jenis yang berbeda. Mesin ini bekerja melalui getaran yang memutar. Akibatnya, fraksi teh dengan berat jenis yang ringan akan bergeser mendekati dinding mesin, sementara fraksi teh dengan berat jenis yang lebih berat akan berkumpul di tengah. Hal ini berlaku bagi screen-screen dibawahnya. Kalau boleh jujur, fibro screen separator ini merupakan mesin dengan prinsip ganda, yaitu memisahkan fraksi teh berdasarkan ukuran dan berat jenis. Sehingga, fraksi daun yang sudah melalui mesin ini sudah dapat ditentukan gradenya.<br />
<br />
Tahap ke empat adalah tahap pemisahan berdasarkan berat jenis. Tahap ini bisa dianggap optional ketika tahap pemisahan berdasarkan warna, bentuk dan ukuran sudah sesuai dengan kaidah yang berlaku. Namun demikian, apabila fraksi daun teh yang dihasilkan dari tahap ketiga yang dikombinasikan dengan fibro screen separator ini masih menyisakan sedikit masalah, maka pemisahan berdasarkan berat jenis secara murni dapat dilakukan. Mesin yang lazim digunakan adalah theewan atau section winnower. Apabila keempat prinsip diatas ini bisa dilakukan secara baik, maka proses sortasi dan grading akan menjadi demikian mudah. Cukup satu kali saja proses saja, tidak perlu ada pengulangan-pengulangan. Karena pengulangan-pengulangan tersebut, selain menghabiskan energy, menambah biaya produksi, juga akan menyebabkan hilangnya karakter teh hitam, seperti terbentuknya teh hitam yang greysish.<br />
<br />
Tentunya, untuk menginsert permasalahan-permasalahan selama proses sortasi dan grading tidak mungkin tercover dalam tulisan yang singkat ini. Tulisan ini hanya sebatas refreshing terhadap sebagian kecil permasalahan yang ada di pabrik pengolahan teh hitam. Penulis yakin bahwa masing-masing pabrik mempunyai masalah dan solusi yang spesifik. Oleh karena itu diskusi yang intensif di pabrik-pabrik perlu kembali digalakan untuk saling bertukar pikiran permasalahan real yang benar-benar terjadi di lapangan. Terakhir, besar harapan kami, tulisan ini dapat menambah khasanah keilmuan kita dalam menghasilkan teh hitam yang lebih baik lagi. Amiin.<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">Daftar Bacaan</span><br />
<br />
   1. Harler C.R. 1963. Tea manufacture. Oxforrd Tropical Handbooks.<br />
   2. Keegel, E.L. 1962. Tea Quarterly. 33<br />
   3. Keegel E.L. 1958. Tea Manufacture in Ceylon. Monographs on tea production in Ceylon, no. 4, 2nd Ed.<br />
   4. Ningrat, S.D. 2006. Teknologi Pengolahan Teh Hitam. Penerbit ITB.<br />
   5. Sarma, G. 2000. Sorting and grading. Tea Technology, 1st Ed. Assam Review publishing Co. Calcuta.<br />
   6. Werkhoven, J. 1974. FAO Agricultural Services Bulletin, 26.<br />
<br />
<hr />
<span style="font-weight: bold;">Komentar &amp; Tanggapan:</span><br />
<br />
1. Muhammad Akbar dari Purwokerto  - 10/07/2010 - 20:47 WIB<br />
"Wow artikel baru... makasih ya Pak Dadan ulasannya bagus banget!!! aku pake buat sumber skripsi...boleh kan pak? "<br />
	 <br />
 	<br />
2. Dadan ROHDIANA dari Bandung  - 13/07/2010 - 20:06 WIB<br />
"Terimakasih Mas Akbar atas kunjungannya di rumahteh[dot]com. Tentu boleh Mas, kami senang bila artikel-artikelnya dapat bermanfaat bagi pengunjung. "<br />
	 <br />
 	<br />
3. Meitha dari Bandung  - 19/07/2010 - 15:16 WIB<br />
"Kalo boleh tau Mas Akbar skripsinya tentang apa?? makasiii..."<br />
<br />
<br />
4. Rio Adi dari Yogyakarta  - 13/10/2011 - 20:32 WIB<br />
"dengan web ini saya menjadi lebih tw mengenai pengolahan teh,, terima kasih banyak rumahteh.com <img src="images/smilies/smile.gif" style="vertical-align: middle;" border="0" alt="Smile" title="Smile" />"<br />
	 <br />
 	<br />
5. Dadan ROHDIANA dari Bandung  - 18/10/2011 - 13:36 WIB<br />
"Terimakasih Pak Rio atas kunjungannya di rumahteh[dot]com. Senang sekali kami dapat berbagi informasi dengan semua pengunjung web ini. Ditunggu kehadiran berikutnya. Salam."]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Flavonoid Teh ]]></title>
			<link>/showthread.php?tid=67</link>
			<pubDate>Wed, 21 Dec 2011 18:59:55 -0500</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">/showthread.php?tid=67</guid>
			<description><![CDATA[Jantung bukan satu-satunya bagian tubuh yang diuntungkan oleh flavonoid. Penelitian lain yang dipimpin oleh para peneliti Belanda, yang dinamakan Penelitian Zuthpen., menemukan bahwa flavonoid juga melindungi pembuluh darah. Dr. Sirving O. Keli mengikuti diet 552 pria paruh baya selama 15 tahun saat  mengikuti jejak timbulnya stroke. Para pria dengan asupan flavonoid yang tinggi memiliki peluang stroke 73% lebih rendah dari pada pria yang mendapat asupan flavonoid yang rendah. Teh merupakan sumber flavanoid utama dari diet pria-pria ini.<br />
<br />
Flavonoid, menurut Profesor Catherin Rice-Evans pada kelompok peneliti radikal bebas di Guy’s Hospital, London, bertindak sebagai antioksidan melalui empat mekanisme, yaitu:<br />
<br />
1. Agen pereduksi, melucuti radikal bebas<br />
2. Dengan memberikan molekul hidrogen untuk mencegah pembentukan radikal bebas<br />
3. Dengan menonaktifkan  oksigen tunggal yang nantinya dapat bertindak sebagai radikal bebas di dalam tubuh<br />
4. Dengan sifat mengkhelat logam, yaitu dengan cara berikatan dengan logam yang dapat menghambat pembentukan radikal bebas (beberapa ion logam, termasuk besi dan tembaga, mendukung pembentukan radikal bebas. Agen pengkhelat, seperti flavonoid tertentu dan EDTA, mengikat beberapa ion dan mengurangi potensi bahaya yang dapat ditimbulkannya).<br />
<br />
Penelitian profesor Rice-Evans telah menunjukkan bahwa flavonoid pada teh, yang memiliki keluarga ”katekin” dari flavonoid, pada jumlah yang sama mempunyai keampuhan sebagai antioksidan yang lebih baik daripada vitamin C, vitamin E, dan betakaroten. Tetapi harus dicatat bahwa flavonoid bekerja secara sinergis dengan vitamin C dan vitamin E. Hal ini sungguh merupakan penyakit ”the more the merrier” ketika menjadi antioksidan; sepertinya tidak terlalu banyak berbeda mengenai cara kerjanya menetralkan radikal bebas.<br />
<br />
Profesor Rice-Evans juga menekuni aktivitas antioksidan polifenol dari berbagai jenis teh dengan sebuah pengujian laboratorium yang dinamakan ”throlox equivalent antioksidan activity measure”. (persamaan pengukuran aktivitas antioxidant throlox). Pengujian ini membandingkan kemampuan penangkapan radikal bebas yang dibicarakan dengan  jumlah trolox yang sama, bentuk vitamin E yang larut dalam air. Pada pengujian antioksidan ini meliputi polifenol teh dan berbagai flavonoid lainnya. Polifenol teh berada pada puncak grafik. Epikatekin gallat, epigallokatekin gallat, asam galat, epikatekin, dan katekin semuanya semuanya berperingkat atau dekat dengan peringkat aktivitas antioksidan tertinggi.<br />
<br />
Lebih khusus ketika Profesor Rice-Evans meranking berbagai jenis polifenol teh dan mengatur jumlah yang terkandung pada teh, urutan dari yang paling tinggi aktivitas antioksidannya ke yang paling rendah yang telah ditemukan adalah sebagai berikut:<br />
<br />
   1. epigallokatekin gallat<br />
   2. epigallokatekin<br />
   3. epikatekin gallat<br />
   4. epikatekin<br />
   5. katekin<br />
<br />
Polifenol tersebut tercatat 78% sebagai antioksidan potensial teh, dan hanya menyisakan 22% yang dipengaruhi oleh polifenol yang tak teridentifikasi atau senyawa lain. Dalam bentuk polifenol yang teridentifikasi dalam penelitian ini, EGCG merupakan yang paling aktif, berjumlah 32% dari  antioksidan potensial teh.<br />
<br />
Pemakaian secara luas EGCG, EGC, dan ECG melebihi EC dan C dapat dinilai dari keefektivannya yang lebih tinggi. Para peneliti Jepang menemukan  polifenol teh yang lebih efektif mampu menangkap radikal bebas  dengan efektif pada rentang nilai pH yang luas, dimana Ec atau C terbatas hanya pada kondisi netral atau alkali. Untungnya, polifenol yang lebih efektif terkandung dalam jumlah yang paling besar dalam teh.<br />
<br />
Penelitian antioksidan lainnya yang dipimpin olah Profesor Rice-Evans menilai kemampuan berbagai jenis ekstrak teh terhaap ”peminjaman” vitamin E dari proses oksidasi. Vitamin E yang merupakan antioksidan yang larut lemak memainkan peranan penting dalam pencegahan serangan jantung dengan cara menetralkan radikal bebas yang memiliki sasaran kolesterol LDL. Pertama kolesterol LDL dirusak oleh radikal bebas, dan hal ini tampaknya berperan pada atherosklerosis, yang merupakan tahapan awal serangan jantung. Karena polifenol lebih larut dalam air dari pada dalam lemak seperti halnya pada vitamin E, polifenol terebut tidak dapat langsung melindungi kolesterol LDL, tetapi mungkin mereka memiliki efek yang tidak langsung. Seperti telah diduga bahwa polifenol teh berada pada cairan yang mengelilingi molekul kolesterol LDL, dan mereka menangkap radikal bebas sebelum mencapai kolesterol LDL yang dapat menjadikannya molekul yang berbahaya. Para ahli telah menemukan bahwa melalui mekanisme ini baik EGCG maupun EGC menunda waktu sampai vitamin E  dipaksa untuk membunuh dirinya sendiri untuk mencegah kerusakan radikal bebas pada kolesterol LDL. Hal ini mungkin merupakan cara lain bagai mana polifenol teh ijau mengurangi resiko serangan jantung.<br />
<br />
Polifenol teh membantu mencegah habisnya vitamin E di daerah tubuh lainnya. Dalam suatu penelitian, ikus yang diberikan diet yang mendorong terbentuknya radikal bebas. Pada kondisi tersebut, jumlah vitamin E dalam plasma darah hewan akanmenurun, karena vitamin E telah digunakan untuk menetralkan radikal bebas. Tetapi ketika ekstrak teh ditambahkan terhadap diet hewan tersebut, hal tersebut menghambat berkurangnya vitamin E, barangkali karena ekstrak teh menangkap radikal bebas dan menghemat vitamin E. Efek ini dibuktikan dengan kerusakan oksidatif keseluruhan yang lebih rendah pada tikus yang diberikan suplemen diet yang mengandung polifenol teh.<br />
<br />
Walaupun polifenol teh sangat superior, teh memiliki beberapa antioksidan yang bernlai. Menurut Simon Maxwell, pengajar senior di bagian Clinical Pharmacology, Leicester Royal Infimary, United Kingdom, teh hitam mungkin merupakan sumber lebih dari setengah asupan flavonoid pada diet orang barat. Theaflavin, kelompok dari katekin yang terbentuk selama pengolahan teh hitam, sangat lemah dibandingkan dengan EGCG tetapi menunjukkan aktivitas antioksidan pada penelitian di laboratorium.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Jantung bukan satu-satunya bagian tubuh yang diuntungkan oleh flavonoid. Penelitian lain yang dipimpin oleh para peneliti Belanda, yang dinamakan Penelitian Zuthpen., menemukan bahwa flavonoid juga melindungi pembuluh darah. Dr. Sirving O. Keli mengikuti diet 552 pria paruh baya selama 15 tahun saat  mengikuti jejak timbulnya stroke. Para pria dengan asupan flavonoid yang tinggi memiliki peluang stroke 73% lebih rendah dari pada pria yang mendapat asupan flavonoid yang rendah. Teh merupakan sumber flavanoid utama dari diet pria-pria ini.<br />
<br />
Flavonoid, menurut Profesor Catherin Rice-Evans pada kelompok peneliti radikal bebas di Guy’s Hospital, London, bertindak sebagai antioksidan melalui empat mekanisme, yaitu:<br />
<br />
1. Agen pereduksi, melucuti radikal bebas<br />
2. Dengan memberikan molekul hidrogen untuk mencegah pembentukan radikal bebas<br />
3. Dengan menonaktifkan  oksigen tunggal yang nantinya dapat bertindak sebagai radikal bebas di dalam tubuh<br />
4. Dengan sifat mengkhelat logam, yaitu dengan cara berikatan dengan logam yang dapat menghambat pembentukan radikal bebas (beberapa ion logam, termasuk besi dan tembaga, mendukung pembentukan radikal bebas. Agen pengkhelat, seperti flavonoid tertentu dan EDTA, mengikat beberapa ion dan mengurangi potensi bahaya yang dapat ditimbulkannya).<br />
<br />
Penelitian profesor Rice-Evans telah menunjukkan bahwa flavonoid pada teh, yang memiliki keluarga ”katekin” dari flavonoid, pada jumlah yang sama mempunyai keampuhan sebagai antioksidan yang lebih baik daripada vitamin C, vitamin E, dan betakaroten. Tetapi harus dicatat bahwa flavonoid bekerja secara sinergis dengan vitamin C dan vitamin E. Hal ini sungguh merupakan penyakit ”the more the merrier” ketika menjadi antioksidan; sepertinya tidak terlalu banyak berbeda mengenai cara kerjanya menetralkan radikal bebas.<br />
<br />
Profesor Rice-Evans juga menekuni aktivitas antioksidan polifenol dari berbagai jenis teh dengan sebuah pengujian laboratorium yang dinamakan ”throlox equivalent antioksidan activity measure”. (persamaan pengukuran aktivitas antioxidant throlox). Pengujian ini membandingkan kemampuan penangkapan radikal bebas yang dibicarakan dengan  jumlah trolox yang sama, bentuk vitamin E yang larut dalam air. Pada pengujian antioksidan ini meliputi polifenol teh dan berbagai flavonoid lainnya. Polifenol teh berada pada puncak grafik. Epikatekin gallat, epigallokatekin gallat, asam galat, epikatekin, dan katekin semuanya semuanya berperingkat atau dekat dengan peringkat aktivitas antioksidan tertinggi.<br />
<br />
Lebih khusus ketika Profesor Rice-Evans meranking berbagai jenis polifenol teh dan mengatur jumlah yang terkandung pada teh, urutan dari yang paling tinggi aktivitas antioksidannya ke yang paling rendah yang telah ditemukan adalah sebagai berikut:<br />
<br />
   1. epigallokatekin gallat<br />
   2. epigallokatekin<br />
   3. epikatekin gallat<br />
   4. epikatekin<br />
   5. katekin<br />
<br />
Polifenol tersebut tercatat 78% sebagai antioksidan potensial teh, dan hanya menyisakan 22% yang dipengaruhi oleh polifenol yang tak teridentifikasi atau senyawa lain. Dalam bentuk polifenol yang teridentifikasi dalam penelitian ini, EGCG merupakan yang paling aktif, berjumlah 32% dari  antioksidan potensial teh.<br />
<br />
Pemakaian secara luas EGCG, EGC, dan ECG melebihi EC dan C dapat dinilai dari keefektivannya yang lebih tinggi. Para peneliti Jepang menemukan  polifenol teh yang lebih efektif mampu menangkap radikal bebas  dengan efektif pada rentang nilai pH yang luas, dimana Ec atau C terbatas hanya pada kondisi netral atau alkali. Untungnya, polifenol yang lebih efektif terkandung dalam jumlah yang paling besar dalam teh.<br />
<br />
Penelitian antioksidan lainnya yang dipimpin olah Profesor Rice-Evans menilai kemampuan berbagai jenis ekstrak teh terhaap ”peminjaman” vitamin E dari proses oksidasi. Vitamin E yang merupakan antioksidan yang larut lemak memainkan peranan penting dalam pencegahan serangan jantung dengan cara menetralkan radikal bebas yang memiliki sasaran kolesterol LDL. Pertama kolesterol LDL dirusak oleh radikal bebas, dan hal ini tampaknya berperan pada atherosklerosis, yang merupakan tahapan awal serangan jantung. Karena polifenol lebih larut dalam air dari pada dalam lemak seperti halnya pada vitamin E, polifenol terebut tidak dapat langsung melindungi kolesterol LDL, tetapi mungkin mereka memiliki efek yang tidak langsung. Seperti telah diduga bahwa polifenol teh berada pada cairan yang mengelilingi molekul kolesterol LDL, dan mereka menangkap radikal bebas sebelum mencapai kolesterol LDL yang dapat menjadikannya molekul yang berbahaya. Para ahli telah menemukan bahwa melalui mekanisme ini baik EGCG maupun EGC menunda waktu sampai vitamin E  dipaksa untuk membunuh dirinya sendiri untuk mencegah kerusakan radikal bebas pada kolesterol LDL. Hal ini mungkin merupakan cara lain bagai mana polifenol teh ijau mengurangi resiko serangan jantung.<br />
<br />
Polifenol teh membantu mencegah habisnya vitamin E di daerah tubuh lainnya. Dalam suatu penelitian, ikus yang diberikan diet yang mendorong terbentuknya radikal bebas. Pada kondisi tersebut, jumlah vitamin E dalam plasma darah hewan akanmenurun, karena vitamin E telah digunakan untuk menetralkan radikal bebas. Tetapi ketika ekstrak teh ditambahkan terhadap diet hewan tersebut, hal tersebut menghambat berkurangnya vitamin E, barangkali karena ekstrak teh menangkap radikal bebas dan menghemat vitamin E. Efek ini dibuktikan dengan kerusakan oksidatif keseluruhan yang lebih rendah pada tikus yang diberikan suplemen diet yang mengandung polifenol teh.<br />
<br />
Walaupun polifenol teh sangat superior, teh memiliki beberapa antioksidan yang bernlai. Menurut Simon Maxwell, pengajar senior di bagian Clinical Pharmacology, Leicester Royal Infimary, United Kingdom, teh hitam mungkin merupakan sumber lebih dari setengah asupan flavonoid pada diet orang barat. Theaflavin, kelompok dari katekin yang terbentuk selama pengolahan teh hitam, sangat lemah dibandingkan dengan EGCG tetapi menunjukkan aktivitas antioksidan pada penelitian di laboratorium.]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Tiga Bahan Aktif Teh]]></title>
			<link>/showthread.php?tid=66</link>
			<pubDate>Wed, 21 Dec 2011 18:54:55 -0500</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">/showthread.php?tid=66</guid>
			<description><![CDATA[Teh memiliki kemampuan yang luar biasa dalam mengurangi berat badan Anda, yang berasal dari tiga bahan aktif utama yang terkandung di dalamnya, yaitu: rangsangan caffeine, L-theanin yang menetralkan efek samping berbahaya dan sebagai pengurang selera, serta EGCG yang dapat membakar lemak tubuh dengan cepat dan efisien.<br />
sumber: The Ultimate Tea Diet]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Teh memiliki kemampuan yang luar biasa dalam mengurangi berat badan Anda, yang berasal dari tiga bahan aktif utama yang terkandung di dalamnya, yaitu: rangsangan caffeine, L-theanin yang menetralkan efek samping berbahaya dan sebagai pengurang selera, serta EGCG yang dapat membakar lemak tubuh dengan cepat dan efisien.<br />
sumber: The Ultimate Tea Diet]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Teknologi Terkini Proses Pengolahan Teh Untuk Mendukung Industri Hilir]]></title>
			<link>/showthread.php?tid=65</link>
			<pubDate>Wed, 21 Dec 2011 18:52:47 -0500</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">/showthread.php?tid=65</guid>
			<description><![CDATA[Meningkatnya perhatian masyarakat akan manfaat kesehatan yang diterbitkan oleh teh telah mendorong pelaku industri hilir untuk menjadikan teh sebagai salah satu komponen utama baik dalam produk-produk pangan, farmasi maupun produk-produk perawatan tubuh. Kenyataan ini kemudian telah mendorong lahirnya industri antara yang menjembatani industri hilir dengan industri hulu sebagai penyedia bahan baku yang baik. Bahan baku yang baik secara potensial harusnya mempunyai kriteria yang sesuai dengan kebutuhan industri antara maupun industri hilir. Salah satu kriteria yang kini tengah mendapat perhatian lebih dari sejumlah kalangan adalah keberadaan polyphenol atau yang lebih dikenal salah satu jenisnya yaitu katekin (catechin) yang disebut-sebut sebagai komponen paling penting dalam sejarah perkembangan teh sebagai penyedia kesehatan. Walaupun pernah diulas sebelumnya pada artikel terdahulu, namun artikel ini ingin menjelaskan lebih mendalam mengenai proses pengolahan teh terkini untuk mendukung industri hilir.<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">Potensi Katekin Indonesia</span><br />
Polyphenol merupakan senyawa yang tersedia secara alami pada teh dan bertanggungjawab terhadap ketajaman rasa serta aroma yang unik. Disamping itu, polifenol memiliki potensi antioksidan yang demikian kuat. Kandungan polifenol dalam daun teh berkisar antara 25-35% berat kering. Tinggi rendahnya kandungan kimia dalam teh termasuk polifenol sangat dipengaruhi oleh jenis klon, variasi musim, kesuburan tanah, perlakuan kultur teknis, umur daun, intensitas sinar matahari yang diterimanya dan faktor-faktor pendukung lainnya. Diantara sejumlah polifenol yang tersedia dalam teh, katekin merupakan senyawa yang paling banyak menyita perhatian. Sejumlah riset terkini menyatakan bahwa katekin merupakan senyawa yang paling berperan dalam efek kesehatan yang diterbitkan oleh teh, baik itu teh hitam, teh hijau maupun teh oolong. Laboratory of Tea Science, Hunan Agricultural University China telah berhasil mengidentifikasi 12 katekin. Lima diantaranya merupakan katekin yang sangat populer. Adapun kelima katekin tersebut adalah C (katekin), EC (epikatekin), EGC (epigalokatekin), ECG (epikatekin galat) dan EGCG (epigalokatekin galat).<br />
<br />
<div style="text-align: center;"><img src="http://rumahteh.com/newspics/struktur_katekin.png" border="0" alt="[Image: struktur_katekin.png]" /><br />
Gambar Struktur Kimia Senyawa Katekin</div>
<br />
<span style="font-weight: bold;">Polyphenol dan Kandungannya</span><br />
Polifenol teh termasuk kelas flavanol dengan komponen C15 dan turunan-turunannya tersusun atas dua inti fenolik yang dihubungkan dengan tiga unit karbon. Struktur flavanol katekin mengandung 2 atom karbon asimetrik. Polifenol teh dapat dengan mudah diekstrak dengan pelarut organik maupun dengan air melalui proses penyeduhan. Katekin teh mengalami banyak perubahan kimia seperti oksidasi, epimerisasi serta terdegradasi selama proses pengolahan teh maupun penyeduhan. Hasil analisis kandungan katekin terhadap beberapa klon unggulan Indonesia dapat dilihat pada Tabel 1 berikut ini.<br />
<br />
<div style="text-align: center;"><img src="http://rumahteh.com/newspics/tabel1_08102009.png" border="0" alt="[Image: tabel1_08102009.png]" /></div>
<br />
Berbicara mengenai katekin, sudah selayaknya kita merasa berbangga. Mengapa? Jepang dan China, yang selama ini sangat mengagungkan Sencha dan Oolong-nya, ternyata harus puas menempati juru kunci dalam hal kandungan katekinnya yaitu masing-masing sebesar 5,06% dan 6,73%. Angka ini jauh dibawah teh hitam Indonesia baik jenis ortohodox (8,24%) maupun CTC (7,02%) sekalipun, padahal kedua jenis teh hitam ini sebagian katekinnya telah teroksidasi menjadi theaflavin dan thearubigin. Analisis kandungan katekin pada beberapa teh dapat dilihat pada Tabel 2 dibawah ini.<br />
<br />
<div style="text-align: center;">
<img src="http://rumahteh.com/newspics/tabel2_08102009.png" border="0" alt="[Image: tabel2_08102009.png]" /></div>
<br />
Adilnya, untuk membandingkan produk yang satu dengan yang lainnya harus dilihat juga sumber atau bahan bakunya. Namun demikian, semua publikasi terkini menegaskan untuk urusan katekin, <span style="font-style: italic;">Camellia sinensis</span> varietas asamica selalu lebih besar daripada <span style="font-style: italic;">Camellia sinensis </span>varietas sinensis.<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">Pengolahan Teh Konvensional</span><br />
Selama proses pengolahan teh hijau, katekin mengalami penurunan dari segi jumlah. Sekitar 23,50% katekin akan hilang akibat proses pelayuan, penggilingan, dan pengeringan. Di antara ketiga proses tersebut pengeringanlah proses yang telah banyak menyita kandungan katekin dalam teh. Proses pengeringan telah mereduksi jumlah katekin sekira 9,46% atau 40,26% dari total hilangnya katekin. Angka ini semakin menegaskan kepada kita bahwa pengeringan yang kita lakukan selama ini telah mengurangi potensi kesehatan yang diterbitkan oleh katekin. Untuk melihat sejauh mana penurunan kandungan katekin selama proses pengolahan teh hijau konvensional ini, Tabel 3 berikut ini dapat dijadikan sebagai cermin betapa masih tingginya kehilangan katekin akibat proses pengolahan.<br />
<br />
<div style="text-align: center;"><img src="http://rumahteh.com/newspics/tabel3_08102009.png" border="0" alt="[Image: tabel3_08102009.png]" /></div>
<br />
Penurunan kandungan katekinpun terjadi juga pada pengolahan teh hitam. Bahkan penurunan kandungan katekin pada teh hitam merupakan sesuatu yang diwajibabkan mengingat pada proses pengolahan teh hitam ini, katekin sengaja diubah menjadi theaflavin dan thearubigin untuk menghasilkan cita rasa yang khas.<br />
<br />
Seperti halnya pada pengolahan teh hijau, selama pelayuan pada proses pengolahan teh hitampun sebanyak 7,81% katekin telah berkurang. Penurunan kandungan katekin ini terjadi akibat adanya sebagian pucuk atau daun teh yang rusak atau luka secara mekanis yang memungkinkan terjadinya oksidasi premature. Data selengkapnya penurunan kandungan katekin selama proses pengolahan teh hitam dapat dilihat pada Tabel 4 berikut ini. <br />
<br />
<div style="text-align: center;"><img src="http://rumahteh.com/newspics/tabel4_08102009.png" border="0" alt="[Image: tabel4_08102009.png]" /></div>
<br />
<span style="font-weight: bold;">Pengolahan Teh Berkatekin Tinggi</span><br />
Mengingat potensi teh Indonesia yang demikian kaya akan katekin, seperti yang diuraikan pada Bagian 1 artikel ini, sudah selayaknya kitapun juga mempunyai teknologi pengolahan teh yang mampu mempertahankan keberadaan katekin tersebut. Salah satu teknologi yang sudah dikembangkan di Pusat Penelitian Teh dan Kina Gambung adalah melalui proses pengolahan teh berkatekin tinggi.<br />
<br />
Prinsip dasar proses pengolahan teh ini adalah inaktivasi enzim polifenol oksidase melalui pemberian uap panas secara merata ke seluruh permukaan daun pada proses pelayuan. Secara teoritis, apabila enzim polifenol oksidase yang terdapat dalam teh ini sudah divonis inaktif, maka kemungkinan terjadinya proses oksidasi enzimatis (OKSIMATIS) pun menjadi demikian kecil. Skema proses pengolahan teh berkatekin tinggi dapat dilihat pada gambar di bawah ini.<br />
<br />
<div style="text-align: center;"><img src="http://rumahteh.com/newspics/skema_proses_thj.png" border="0" alt="[Image: skema_proses_thj.png]" /><br />
Skema proses pengolahan teh hijau berkatekin tinggi</div>
<br />
Apabila proses oksimatis ini bisa dihindari, maka proses selanjutnya yaitu penggilingan dan pengeringan menjadi lebih ringan. Selama penggilingan praktis tidak akan pernah terjadi penurunan kandungan katekin mengingat enzim polifenol oksidase sudah inaktif. Kalaupun ada penurunan kandungan katekin selama proses pengeringan hal tersebut lebih disebabkan oleh tingginya suhu pengeringan yang akan merusak struktur katekin.<br />
<br />
Pada proses pengolahan teh berkatekin tinggi ini sengaja dikombinasikan dengan penggilingan cepat menggunakan mesin CTC untuk meningkatkan total padatan terlarutnya. Dengan kombinasi tersebut maka akan diperoleh teh yang mempunyai kandungan katekin tinggi dan mudah larut dalam air panas. Dengan sifat seperti itu maka industri yang akan mengolah teh ini menjadi katekin untuk industri hilir menjadi lebih termanjakan. Perbandingan kandungan katekin antara proses pengolahan teh hijau, hitam dan teh berkatekin tinggi dapat dilihat pada Tabel 5 berikut ini.<br />
<br />
<div style="text-align: center;"><img src="http://rumahteh.com/newspics/tabel5_08102009.png" border="0" alt="[Image: tabel5_08102009.png]" /></div>
<br />
Tabel 5 diatas menunjukkan bahwa proses pengolahan teh berkatekin tinggi mampu mempertahankan kandungan katekin secara optimal. Nyatanya, proses ini tidak saja menghasilkan teh dengan kadungan katekin yang jauh lebih tinggi, tetapi juga mampu menghasilkan teh dengan padatan terlarut yang cukup tinggi yaitu 43%. Nilai padatan terlarut ini dapat dijadikan angka potensial bagi pendugaan rendemen saat pembuatan teh instan. Dengan demikian, teh berkatekin tinggi ini direkomendasikan untuk digunakan sebagai bahan baku pembuatan teh instan yang penggunaan dari hari ke harinya demikian signifikan.<br />
<br />
Semoga bermanfaat.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Meningkatnya perhatian masyarakat akan manfaat kesehatan yang diterbitkan oleh teh telah mendorong pelaku industri hilir untuk menjadikan teh sebagai salah satu komponen utama baik dalam produk-produk pangan, farmasi maupun produk-produk perawatan tubuh. Kenyataan ini kemudian telah mendorong lahirnya industri antara yang menjembatani industri hilir dengan industri hulu sebagai penyedia bahan baku yang baik. Bahan baku yang baik secara potensial harusnya mempunyai kriteria yang sesuai dengan kebutuhan industri antara maupun industri hilir. Salah satu kriteria yang kini tengah mendapat perhatian lebih dari sejumlah kalangan adalah keberadaan polyphenol atau yang lebih dikenal salah satu jenisnya yaitu katekin (catechin) yang disebut-sebut sebagai komponen paling penting dalam sejarah perkembangan teh sebagai penyedia kesehatan. Walaupun pernah diulas sebelumnya pada artikel terdahulu, namun artikel ini ingin menjelaskan lebih mendalam mengenai proses pengolahan teh terkini untuk mendukung industri hilir.<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">Potensi Katekin Indonesia</span><br />
Polyphenol merupakan senyawa yang tersedia secara alami pada teh dan bertanggungjawab terhadap ketajaman rasa serta aroma yang unik. Disamping itu, polifenol memiliki potensi antioksidan yang demikian kuat. Kandungan polifenol dalam daun teh berkisar antara 25-35% berat kering. Tinggi rendahnya kandungan kimia dalam teh termasuk polifenol sangat dipengaruhi oleh jenis klon, variasi musim, kesuburan tanah, perlakuan kultur teknis, umur daun, intensitas sinar matahari yang diterimanya dan faktor-faktor pendukung lainnya. Diantara sejumlah polifenol yang tersedia dalam teh, katekin merupakan senyawa yang paling banyak menyita perhatian. Sejumlah riset terkini menyatakan bahwa katekin merupakan senyawa yang paling berperan dalam efek kesehatan yang diterbitkan oleh teh, baik itu teh hitam, teh hijau maupun teh oolong. Laboratory of Tea Science, Hunan Agricultural University China telah berhasil mengidentifikasi 12 katekin. Lima diantaranya merupakan katekin yang sangat populer. Adapun kelima katekin tersebut adalah C (katekin), EC (epikatekin), EGC (epigalokatekin), ECG (epikatekin galat) dan EGCG (epigalokatekin galat).<br />
<br />
<div style="text-align: center;"><img src="http://rumahteh.com/newspics/struktur_katekin.png" border="0" alt="[Image: struktur_katekin.png]" /><br />
Gambar Struktur Kimia Senyawa Katekin</div>
<br />
<span style="font-weight: bold;">Polyphenol dan Kandungannya</span><br />
Polifenol teh termasuk kelas flavanol dengan komponen C15 dan turunan-turunannya tersusun atas dua inti fenolik yang dihubungkan dengan tiga unit karbon. Struktur flavanol katekin mengandung 2 atom karbon asimetrik. Polifenol teh dapat dengan mudah diekstrak dengan pelarut organik maupun dengan air melalui proses penyeduhan. Katekin teh mengalami banyak perubahan kimia seperti oksidasi, epimerisasi serta terdegradasi selama proses pengolahan teh maupun penyeduhan. Hasil analisis kandungan katekin terhadap beberapa klon unggulan Indonesia dapat dilihat pada Tabel 1 berikut ini.<br />
<br />
<div style="text-align: center;"><img src="http://rumahteh.com/newspics/tabel1_08102009.png" border="0" alt="[Image: tabel1_08102009.png]" /></div>
<br />
Berbicara mengenai katekin, sudah selayaknya kita merasa berbangga. Mengapa? Jepang dan China, yang selama ini sangat mengagungkan Sencha dan Oolong-nya, ternyata harus puas menempati juru kunci dalam hal kandungan katekinnya yaitu masing-masing sebesar 5,06% dan 6,73%. Angka ini jauh dibawah teh hitam Indonesia baik jenis ortohodox (8,24%) maupun CTC (7,02%) sekalipun, padahal kedua jenis teh hitam ini sebagian katekinnya telah teroksidasi menjadi theaflavin dan thearubigin. Analisis kandungan katekin pada beberapa teh dapat dilihat pada Tabel 2 dibawah ini.<br />
<br />
<div style="text-align: center;">
<img src="http://rumahteh.com/newspics/tabel2_08102009.png" border="0" alt="[Image: tabel2_08102009.png]" /></div>
<br />
Adilnya, untuk membandingkan produk yang satu dengan yang lainnya harus dilihat juga sumber atau bahan bakunya. Namun demikian, semua publikasi terkini menegaskan untuk urusan katekin, <span style="font-style: italic;">Camellia sinensis</span> varietas asamica selalu lebih besar daripada <span style="font-style: italic;">Camellia sinensis </span>varietas sinensis.<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">Pengolahan Teh Konvensional</span><br />
Selama proses pengolahan teh hijau, katekin mengalami penurunan dari segi jumlah. Sekitar 23,50% katekin akan hilang akibat proses pelayuan, penggilingan, dan pengeringan. Di antara ketiga proses tersebut pengeringanlah proses yang telah banyak menyita kandungan katekin dalam teh. Proses pengeringan telah mereduksi jumlah katekin sekira 9,46% atau 40,26% dari total hilangnya katekin. Angka ini semakin menegaskan kepada kita bahwa pengeringan yang kita lakukan selama ini telah mengurangi potensi kesehatan yang diterbitkan oleh katekin. Untuk melihat sejauh mana penurunan kandungan katekin selama proses pengolahan teh hijau konvensional ini, Tabel 3 berikut ini dapat dijadikan sebagai cermin betapa masih tingginya kehilangan katekin akibat proses pengolahan.<br />
<br />
<div style="text-align: center;"><img src="http://rumahteh.com/newspics/tabel3_08102009.png" border="0" alt="[Image: tabel3_08102009.png]" /></div>
<br />
Penurunan kandungan katekinpun terjadi juga pada pengolahan teh hitam. Bahkan penurunan kandungan katekin pada teh hitam merupakan sesuatu yang diwajibabkan mengingat pada proses pengolahan teh hitam ini, katekin sengaja diubah menjadi theaflavin dan thearubigin untuk menghasilkan cita rasa yang khas.<br />
<br />
Seperti halnya pada pengolahan teh hijau, selama pelayuan pada proses pengolahan teh hitampun sebanyak 7,81% katekin telah berkurang. Penurunan kandungan katekin ini terjadi akibat adanya sebagian pucuk atau daun teh yang rusak atau luka secara mekanis yang memungkinkan terjadinya oksidasi premature. Data selengkapnya penurunan kandungan katekin selama proses pengolahan teh hitam dapat dilihat pada Tabel 4 berikut ini. <br />
<br />
<div style="text-align: center;"><img src="http://rumahteh.com/newspics/tabel4_08102009.png" border="0" alt="[Image: tabel4_08102009.png]" /></div>
<br />
<span style="font-weight: bold;">Pengolahan Teh Berkatekin Tinggi</span><br />
Mengingat potensi teh Indonesia yang demikian kaya akan katekin, seperti yang diuraikan pada Bagian 1 artikel ini, sudah selayaknya kitapun juga mempunyai teknologi pengolahan teh yang mampu mempertahankan keberadaan katekin tersebut. Salah satu teknologi yang sudah dikembangkan di Pusat Penelitian Teh dan Kina Gambung adalah melalui proses pengolahan teh berkatekin tinggi.<br />
<br />
Prinsip dasar proses pengolahan teh ini adalah inaktivasi enzim polifenol oksidase melalui pemberian uap panas secara merata ke seluruh permukaan daun pada proses pelayuan. Secara teoritis, apabila enzim polifenol oksidase yang terdapat dalam teh ini sudah divonis inaktif, maka kemungkinan terjadinya proses oksidasi enzimatis (OKSIMATIS) pun menjadi demikian kecil. Skema proses pengolahan teh berkatekin tinggi dapat dilihat pada gambar di bawah ini.<br />
<br />
<div style="text-align: center;"><img src="http://rumahteh.com/newspics/skema_proses_thj.png" border="0" alt="[Image: skema_proses_thj.png]" /><br />
Skema proses pengolahan teh hijau berkatekin tinggi</div>
<br />
Apabila proses oksimatis ini bisa dihindari, maka proses selanjutnya yaitu penggilingan dan pengeringan menjadi lebih ringan. Selama penggilingan praktis tidak akan pernah terjadi penurunan kandungan katekin mengingat enzim polifenol oksidase sudah inaktif. Kalaupun ada penurunan kandungan katekin selama proses pengeringan hal tersebut lebih disebabkan oleh tingginya suhu pengeringan yang akan merusak struktur katekin.<br />
<br />
Pada proses pengolahan teh berkatekin tinggi ini sengaja dikombinasikan dengan penggilingan cepat menggunakan mesin CTC untuk meningkatkan total padatan terlarutnya. Dengan kombinasi tersebut maka akan diperoleh teh yang mempunyai kandungan katekin tinggi dan mudah larut dalam air panas. Dengan sifat seperti itu maka industri yang akan mengolah teh ini menjadi katekin untuk industri hilir menjadi lebih termanjakan. Perbandingan kandungan katekin antara proses pengolahan teh hijau, hitam dan teh berkatekin tinggi dapat dilihat pada Tabel 5 berikut ini.<br />
<br />
<div style="text-align: center;"><img src="http://rumahteh.com/newspics/tabel5_08102009.png" border="0" alt="[Image: tabel5_08102009.png]" /></div>
<br />
Tabel 5 diatas menunjukkan bahwa proses pengolahan teh berkatekin tinggi mampu mempertahankan kandungan katekin secara optimal. Nyatanya, proses ini tidak saja menghasilkan teh dengan kadungan katekin yang jauh lebih tinggi, tetapi juga mampu menghasilkan teh dengan padatan terlarut yang cukup tinggi yaitu 43%. Nilai padatan terlarut ini dapat dijadikan angka potensial bagi pendugaan rendemen saat pembuatan teh instan. Dengan demikian, teh berkatekin tinggi ini direkomendasikan untuk digunakan sebagai bahan baku pembuatan teh instan yang penggunaan dari hari ke harinya demikian signifikan.<br />
<br />
Semoga bermanfaat.]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Teh Mencegah Kanker Perut]]></title>
			<link>/showthread.php?tid=64</link>
			<pubDate>Wed, 21 Dec 2011 18:42:25 -0500</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">/showthread.php?tid=64</guid>
			<description><![CDATA[Pada orang yang sehat, saluran esofagus dan usus kecil bertindak sebagai penghalang terhadap gangguan zat kimia alami yang dapat merusak kesehatan tubuh. Apabila pada organ-organ ini mengalami kerusakan atau terbentuk lubang maka keseimbangannya akan terganggu. Atas dasar kerusakan struktur inilah gejala kanker perut terjadi.<br />
<br />
Meski tidak sepopuler kanker lainnya, kanker perut merupakan masalah umum yang kerapkali menghantui setiap jiwa manusia. Peluang seseorang terkena kanker perut ternyata cukup tinggi, yaitu 10%. Gejala yang paling sering dijumpai adalah nyeri atau rasa yang mengganggu pada perut bagian bawah. Rasa mual dan ingin muntah demikian akrab dengan penderita penyakit yang satu ini.<br />
<br />
Walaupun penyebab kanker perut belum diketahui dengan pasti, kehadiran infeksi Helicobacter pylori ditengarai sebagai biang keladinya. Bakteri ini ditemukan pada sebagian besar penderita kanker perut. Namun, ketika pasien penderita kanker perut ini diberi antibiotik untuk membasmi bakteri tersebut, kebanyakan dari mereka terobati, bahkan mereka tidak pernah mengalami kambuh lagi. Selanjutnya penemuan yang termasuk baru ini di transformasikan untuk pengobatan kanker perut.<br />
<br />
Para peneliti menilai bahwa merokok dan penggunaan obat-obatan tertentu seperti aspirin dan pereda rasa nyeri lainnya berpeluang meningkatkan kemungkinan terkena kanker perut. Mengingat penyakit ini tidak boleh dipandang sebelah mata, para ahli tidak henti-hentinya mencari penawar yang cukup efektif untuk mereduksi resikonya. Setelah melalui penelitian yang cukup menyita baik waktu, tenaga maupun biaya, akhirnya para peneliti berani mengambil suatu kesimpulan bahwa teh adalah akhir dari sebuah pencarian.<br />
<br />
Publikasi terkini menyatakan bahwa katekin pada teh dapat membantu mencegah kanker perut. Pengujian pada hewan coba menggaris bawahi bahwa katekin sukses mencegah kanker perut sebesar 80%. Pada pengujian terhadap hewan lainnya, seduhan teh hitam yang diberikan pada tikus mampu menghambat pembentukan kanker, meski hewan-hewan tersebut telah menkonsumsi aspirin dan obat-obatan lainnya yang dapat meningkatkan resiko kanker perut. Hasil-hasil penelitian ini seperti telah menambah daftar kemampuan teh dalam mereduksi sejumlah penyakit papan atas yang merupakan silent killer terkini.<hr />
<span style="font-weight: bold;">Komentar &amp; Tanggapan:</span><br />
<br />
1. Soesilanto dari Jakarta  - 21/02/2010 - 12:06 WIB<br />
"Menurut artikel di <a href="http://www.kapanlagi.com/a/teh-tak-selalu-berkhasiat.html" target="_blank">http://www.kapanlagi.com/a/teh-tak-selal...asiat.html</a> ; - TEH TIDAK SELALU BAIK UNTUK KESEHATAN. - Bagaimana ini?"<br />
	 <br />
 	<br />
2. Dadan ROHDIANA dari Bandung  - 23/03/2010 - 21:50 WIB<br />
"Yth Pak Soesilanto, terimakasih atas kunjungannya di rumahteh[dot]com. Bahwa teh tidak selalu baik untuk kesehatan adalah benar. Teh dapat dikatakan sebagai minuman anti gizi. Oleh karena itu teh banyak dimanfaatkan oleh orang yang kelebihan gizi untuk penyeimbang gizi. Karenanya, bagi yang gizi kurang, minum teh secara sederhana menjadi tidak menyehatkan. Untuk itu, minum teh harus bijak.<br />
Dimanakah posisi peminum teh tersebut, kurang, cukup atau bahkan kelebihan gizi. Ada beberapa tips minum teh yang baik yang bisa Bapak baca di buku Teh ini Menyehatkan. Mudah-mudahan edisi keduanya bisa segera terbit. Demikian penjelasan dari saya. Terimakasih."]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Pada orang yang sehat, saluran esofagus dan usus kecil bertindak sebagai penghalang terhadap gangguan zat kimia alami yang dapat merusak kesehatan tubuh. Apabila pada organ-organ ini mengalami kerusakan atau terbentuk lubang maka keseimbangannya akan terganggu. Atas dasar kerusakan struktur inilah gejala kanker perut terjadi.<br />
<br />
Meski tidak sepopuler kanker lainnya, kanker perut merupakan masalah umum yang kerapkali menghantui setiap jiwa manusia. Peluang seseorang terkena kanker perut ternyata cukup tinggi, yaitu 10%. Gejala yang paling sering dijumpai adalah nyeri atau rasa yang mengganggu pada perut bagian bawah. Rasa mual dan ingin muntah demikian akrab dengan penderita penyakit yang satu ini.<br />
<br />
Walaupun penyebab kanker perut belum diketahui dengan pasti, kehadiran infeksi Helicobacter pylori ditengarai sebagai biang keladinya. Bakteri ini ditemukan pada sebagian besar penderita kanker perut. Namun, ketika pasien penderita kanker perut ini diberi antibiotik untuk membasmi bakteri tersebut, kebanyakan dari mereka terobati, bahkan mereka tidak pernah mengalami kambuh lagi. Selanjutnya penemuan yang termasuk baru ini di transformasikan untuk pengobatan kanker perut.<br />
<br />
Para peneliti menilai bahwa merokok dan penggunaan obat-obatan tertentu seperti aspirin dan pereda rasa nyeri lainnya berpeluang meningkatkan kemungkinan terkena kanker perut. Mengingat penyakit ini tidak boleh dipandang sebelah mata, para ahli tidak henti-hentinya mencari penawar yang cukup efektif untuk mereduksi resikonya. Setelah melalui penelitian yang cukup menyita baik waktu, tenaga maupun biaya, akhirnya para peneliti berani mengambil suatu kesimpulan bahwa teh adalah akhir dari sebuah pencarian.<br />
<br />
Publikasi terkini menyatakan bahwa katekin pada teh dapat membantu mencegah kanker perut. Pengujian pada hewan coba menggaris bawahi bahwa katekin sukses mencegah kanker perut sebesar 80%. Pada pengujian terhadap hewan lainnya, seduhan teh hitam yang diberikan pada tikus mampu menghambat pembentukan kanker, meski hewan-hewan tersebut telah menkonsumsi aspirin dan obat-obatan lainnya yang dapat meningkatkan resiko kanker perut. Hasil-hasil penelitian ini seperti telah menambah daftar kemampuan teh dalam mereduksi sejumlah penyakit papan atas yang merupakan silent killer terkini.<hr />
<span style="font-weight: bold;">Komentar &amp; Tanggapan:</span><br />
<br />
1. Soesilanto dari Jakarta  - 21/02/2010 - 12:06 WIB<br />
"Menurut artikel di <a href="http://www.kapanlagi.com/a/teh-tak-selalu-berkhasiat.html" target="_blank">http://www.kapanlagi.com/a/teh-tak-selal...asiat.html</a> ; - TEH TIDAK SELALU BAIK UNTUK KESEHATAN. - Bagaimana ini?"<br />
	 <br />
 	<br />
2. Dadan ROHDIANA dari Bandung  - 23/03/2010 - 21:50 WIB<br />
"Yth Pak Soesilanto, terimakasih atas kunjungannya di rumahteh[dot]com. Bahwa teh tidak selalu baik untuk kesehatan adalah benar. Teh dapat dikatakan sebagai minuman anti gizi. Oleh karena itu teh banyak dimanfaatkan oleh orang yang kelebihan gizi untuk penyeimbang gizi. Karenanya, bagi yang gizi kurang, minum teh secara sederhana menjadi tidak menyehatkan. Untuk itu, minum teh harus bijak.<br />
Dimanakah posisi peminum teh tersebut, kurang, cukup atau bahkan kelebihan gizi. Ada beberapa tips minum teh yang baik yang bisa Bapak baca di buku Teh ini Menyehatkan. Mudah-mudahan edisi keduanya bisa segera terbit. Demikian penjelasan dari saya. Terimakasih."]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Theaflavin dan Thearubigin]]></title>
			<link>/showthread.php?tid=63</link>
			<pubDate>Wed, 21 Dec 2011 07:08:45 -0500</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">/showthread.php?tid=63</guid>
			<description><![CDATA[Pembentukan Theaflavin dan Thearubigin<br />
Selama proses oksimatis (oksidasi enzimatis) teh hitam, sebagian besar katekin yang merupakan underbow polifenol diubah menjadi theaflavin dan thearubigin atas jasa baik enzim polifenol oksidase dan oksigen. Dibandingkan dengan katekin, popularitas theaflavin dan thearubigin belum begitu dikenal luas. Hal ini dikarenakan sebagian besar publikasi tentang teh berasal dari Jepang dan China yang notabene adalah produsen teh hijau. Secara teoritis, teh hijau tidak mengandung theaflavin maupun thearubigin. Pada proses pengolahan teh hijau, enzim polifenol oksidase diinaktivasi dengan bantuan panas. Sebaliknya, pada proses pengolahan teh hitam, enzim polifenol dioksidasi untuk menghasilkan theaflavin dan thearubigin. Proses pembentukan senyawa theaflavin dan thearubigin dapat dilihat pada gambar berikut ini.<br />
<br />
<div style="text-align: center;"><img src="http://rumahteh.com/newspics/theaflavinbigin.png" border="0" alt="[Image: theaflavinbigin.png]" /></div>
<div style="text-align: center;">Proses oksimatis untuk menghasilkan theaflavin dan thearubigin</div>
<br />
Bersama-sama dengan kafein, theaflavin memberi kesan segar dalam seduhan teh. Rasio antara theaflavin dan kafein pada kondisi tertentu dapat menghasilkan seduhan teh yang sangat segar. Namun demikian, dalam kondisi dingin kedua senyawa tersebut akan menyebabkan creaming down suatu keadaan dimana seduhan teh terlihat keruh. Meski adanya creaming down tersebut tidak sedap dipandang mata, namun hal tersebut merupakan pertanda bahwa seduhan teh tersebut mempunyai kualitas yang baik. Thearubigin yang jumlahnya jauh lebih tinggi baik dibandingkan dengan theaflavin maupun kafein keberadaannya jarang disebut-sebut sebagai penentu kualitas rasa seduhan teh. Keberadaan thearubigin lebih ditekankan pada perannya terhadap warna seduhan. Thearubigin merupakan senyawa alami dalam teh hitam yang memberikan warna merah kecoklatan. Sedangkan theaflavin sendiri memberikan warna kuning kemerahan. Komposisi theflavin, thearubigin dan kafein dalam creaming down dapat dilihat pada tabel berikut ini.<br />
<div style="text-align: center;">
<img src="http://rumahteh.com/newspics/tblperbandinganteaflavin.gif" border="0" alt="[Image: tblperbandinganteaflavin.gif]" /></div>
<br />
Meski tidak sebanyak publikasi katekin, theaflavin dan thearubigin juga mampu memberikan kontribusi yang cukup signifikan terhadap efek kesehatan. theaflavin dan thearubigin juga terbukti mampu mencegah berkembangnya sejumlah penyakit degeneratif seperti kanker, diabetes, atherosklerosis, jantung dan penyakit papan atas lainnya. Bahkan beberapa publikasi menyatakan bahwa theaflavin lebih potensial dibandingkan dengan katekin. Kenyataan ini dinilai sangat beralasan mengingat secara struktur, theaflavin merupakan kombinasi dari Epicatechin (EC) dengan Epigallocatechin (EGC). Tentunya pernyataan ini bukanlah isapan jempol belaka. Penjelasan diatas dapat dilihat dalam Paten Amerika berjudul Producing of Theaflavin, No. 6,113,965 yang diterbitkan pada tanggal 5 September 2000. Mengenai theaflavin untuk kesehatan akan dibahas pada bagian tersendiri.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Pembentukan Theaflavin dan Thearubigin<br />
Selama proses oksimatis (oksidasi enzimatis) teh hitam, sebagian besar katekin yang merupakan underbow polifenol diubah menjadi theaflavin dan thearubigin atas jasa baik enzim polifenol oksidase dan oksigen. Dibandingkan dengan katekin, popularitas theaflavin dan thearubigin belum begitu dikenal luas. Hal ini dikarenakan sebagian besar publikasi tentang teh berasal dari Jepang dan China yang notabene adalah produsen teh hijau. Secara teoritis, teh hijau tidak mengandung theaflavin maupun thearubigin. Pada proses pengolahan teh hijau, enzim polifenol oksidase diinaktivasi dengan bantuan panas. Sebaliknya, pada proses pengolahan teh hitam, enzim polifenol dioksidasi untuk menghasilkan theaflavin dan thearubigin. Proses pembentukan senyawa theaflavin dan thearubigin dapat dilihat pada gambar berikut ini.<br />
<br />
<div style="text-align: center;"><img src="http://rumahteh.com/newspics/theaflavinbigin.png" border="0" alt="[Image: theaflavinbigin.png]" /></div>
<div style="text-align: center;">Proses oksimatis untuk menghasilkan theaflavin dan thearubigin</div>
<br />
Bersama-sama dengan kafein, theaflavin memberi kesan segar dalam seduhan teh. Rasio antara theaflavin dan kafein pada kondisi tertentu dapat menghasilkan seduhan teh yang sangat segar. Namun demikian, dalam kondisi dingin kedua senyawa tersebut akan menyebabkan creaming down suatu keadaan dimana seduhan teh terlihat keruh. Meski adanya creaming down tersebut tidak sedap dipandang mata, namun hal tersebut merupakan pertanda bahwa seduhan teh tersebut mempunyai kualitas yang baik. Thearubigin yang jumlahnya jauh lebih tinggi baik dibandingkan dengan theaflavin maupun kafein keberadaannya jarang disebut-sebut sebagai penentu kualitas rasa seduhan teh. Keberadaan thearubigin lebih ditekankan pada perannya terhadap warna seduhan. Thearubigin merupakan senyawa alami dalam teh hitam yang memberikan warna merah kecoklatan. Sedangkan theaflavin sendiri memberikan warna kuning kemerahan. Komposisi theflavin, thearubigin dan kafein dalam creaming down dapat dilihat pada tabel berikut ini.<br />
<div style="text-align: center;">
<img src="http://rumahteh.com/newspics/tblperbandinganteaflavin.gif" border="0" alt="[Image: tblperbandinganteaflavin.gif]" /></div>
<br />
Meski tidak sebanyak publikasi katekin, theaflavin dan thearubigin juga mampu memberikan kontribusi yang cukup signifikan terhadap efek kesehatan. theaflavin dan thearubigin juga terbukti mampu mencegah berkembangnya sejumlah penyakit degeneratif seperti kanker, diabetes, atherosklerosis, jantung dan penyakit papan atas lainnya. Bahkan beberapa publikasi menyatakan bahwa theaflavin lebih potensial dibandingkan dengan katekin. Kenyataan ini dinilai sangat beralasan mengingat secara struktur, theaflavin merupakan kombinasi dari Epicatechin (EC) dengan Epigallocatechin (EGC). Tentunya pernyataan ini bukanlah isapan jempol belaka. Penjelasan diatas dapat dilihat dalam Paten Amerika berjudul Producing of Theaflavin, No. 6,113,965 yang diterbitkan pada tanggal 5 September 2000. Mengenai theaflavin untuk kesehatan akan dibahas pada bagian tersendiri.]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Teh dan Kesehatan Gigi (4)]]></title>
			<link>/showthread.php?tid=62</link>
			<pubDate>Wed, 21 Dec 2011 07:05:24 -0500</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">/showthread.php?tid=62</guid>
			<description><![CDATA[Para peneliti dari Jepang baru-baru ini menemukan kaitan antara kandungan teh hijau dan kesehatan jaringan gigi. Seperti yang dilansir dalam Jurnal of Periodontology, tim peneliti dari Kyushu University di Fukuoka – Jepang telah berhasil menganalisis dan mengevaluasi secara komprehensif 940 pasien pria yang berusia antara 49-59 tahun. Keseluruhan pasien setidaknya masih memiliki 20 gigi dan memiliki penyakit gigi yang lazim ditemukan pada usia tersebut seperti radang gusi dan kerusakan jaringan gigi.<br />
<br />
Para peneliti menemukan bahwa semakin pasien mengkonsumsi teh hijau, maka semakin baik kesehatan giginya, bahkan dengan dipengaruhi oleh faktor gaya hidup lainnya seperti merokok, minuman lainnya dan kebiasaan menyikat gigi. Hasil penelitian ini berkaitan dengan penelitian yang telah dilakukan sebelumnya oleh tim yang sama, termasuk percobaan , yang menunjukkan bahwa memang kandungan katekin (catechin) pada teh hijau dapat menghambat pertumbuhan bakteri pathogen yang dapat merusak jaringan gigi.<br />
<br />
Namun para peneliti tersebut masih menilai bahwa korelasi antara konsumsi teh hijau dan perbaikan jaringan gigi masih relatif lemah. Perlu ada beberapa faktor tambahan yang dapat dimasukkan dalam penelitian lanjutan seperti pola makan, sehingga mampu menguatkan hasil penelitian mengenai manfaat teh hijau untuk kesehatan gigi.<br />
<br />
(Sumber: <a href="http://www.worldteanews.com" target="_blank">http://www.worldteanews.com</a>) <hr />
<span style="font-weight: bold;">Komentar &amp; Tanggapan:</span><br />
<br />
	<br />
1. Teh Pucuk Harum dari Jakarta  - 07/09/2011 - 10:35 WIB<br />
"Terima kasih banyak untuk informasinya."<br />
	 <br />
 	<br />
2. Dadan ROHDIANA dari Bandung  - 10/09/2011 - 10:13 WIB<br />
"Terimakasih atas kunjungannya di rumahteh[dot]com. Senang sekali kami dikunjungi oleh pemain teh sebesar Teh Pucuk Harum. Salam"]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Para peneliti dari Jepang baru-baru ini menemukan kaitan antara kandungan teh hijau dan kesehatan jaringan gigi. Seperti yang dilansir dalam Jurnal of Periodontology, tim peneliti dari Kyushu University di Fukuoka – Jepang telah berhasil menganalisis dan mengevaluasi secara komprehensif 940 pasien pria yang berusia antara 49-59 tahun. Keseluruhan pasien setidaknya masih memiliki 20 gigi dan memiliki penyakit gigi yang lazim ditemukan pada usia tersebut seperti radang gusi dan kerusakan jaringan gigi.<br />
<br />
Para peneliti menemukan bahwa semakin pasien mengkonsumsi teh hijau, maka semakin baik kesehatan giginya, bahkan dengan dipengaruhi oleh faktor gaya hidup lainnya seperti merokok, minuman lainnya dan kebiasaan menyikat gigi. Hasil penelitian ini berkaitan dengan penelitian yang telah dilakukan sebelumnya oleh tim yang sama, termasuk percobaan , yang menunjukkan bahwa memang kandungan katekin (catechin) pada teh hijau dapat menghambat pertumbuhan bakteri pathogen yang dapat merusak jaringan gigi.<br />
<br />
Namun para peneliti tersebut masih menilai bahwa korelasi antara konsumsi teh hijau dan perbaikan jaringan gigi masih relatif lemah. Perlu ada beberapa faktor tambahan yang dapat dimasukkan dalam penelitian lanjutan seperti pola makan, sehingga mampu menguatkan hasil penelitian mengenai manfaat teh hijau untuk kesehatan gigi.<br />
<br />
(Sumber: <a href="http://www.worldteanews.com" target="_blank">http://www.worldteanews.com</a>) <hr />
<span style="font-weight: bold;">Komentar &amp; Tanggapan:</span><br />
<br />
	<br />
1. Teh Pucuk Harum dari Jakarta  - 07/09/2011 - 10:35 WIB<br />
"Terima kasih banyak untuk informasinya."<br />
	 <br />
 	<br />
2. Dadan ROHDIANA dari Bandung  - 10/09/2011 - 10:13 WIB<br />
"Terimakasih atas kunjungannya di rumahteh[dot]com. Senang sekali kami dikunjungi oleh pemain teh sebesar Teh Pucuk Harum. Salam"]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Teh dan Kesehatan Gigi (3)]]></title>
			<link>/showthread.php?tid=61</link>
			<pubDate>Wed, 21 Dec 2011 07:04:51 -0500</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">/showthread.php?tid=61</guid>
			<description><![CDATA[Teh Mencegah Gigi Berlubang<br />
Kasus gigi berlubang sangat populer pada pertengahan abad ke 19 seiring dengan meningkatnya konsumsi gula. Kasus ini menjadi demikian populer di negara-negara yang merubah diet tradisional yang rendah gula menjadi diet barat yang kadar gulanya tinggi.<br />
<br />
Manusia dan bakteri penghasil plak ternyata memiliki kesamaan yang khas, yakni menyukai gula. Meski bakteri-bakteri di mulut tumbuh subur pada semua jenis gula, namun mereka akan tumbuh dengan subur pada sukrosa atau yang dalam istilah keseharian lazim disebut sebagai gula putih atau gula pasir. Sekalipun keduanya sering berduet dalam seduhan, gula dan teh ternyata mempunyai efek yang berlawanan dalam mulut. Gula berpotensi merusak kesehatan, sedangkan teh mampu meningkatkan akreditas kesehatan gigi dan mulut.<br />
<br />
Di China dan Jepang, minum teh setelah makan sudah membudaya. Kebiasaan ini diyakini mampu mempertahankan kesehatan gigi dan mulut. Manfaat dari metode tradisional ini ditegaskan kembali oleh penelitian modern yang menyatakan bahwa teh sangat bersahabat dengan gigi. Penelitian modern secara gemilang telah membuktikan bahwa teh mampu menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans dan bakteri lain yang berhubungan dengan plak. Para ahli gigi di China seperti dilaporkan dalam Chinese Journal of Stomatology baru-baru ini menerangkan bahwa pertumbuhan Streptococcus mutans dapat dihambat seluruhnya hanya dalam waktu 5 menit setelah pemberian katekin teh meski pada konsentrasi yang cukup rendah.<br />
<br />
Tidak hanya di China, para peneliti dari Department of Clinical Pathology-Nihon University School of Dentistry di Jepang telah menguji kehandalan pencegahan gigi berlubang dari ekstrak teh. Mereka membiakkan Streptococcus mutans pada cawan yang dilapisi saliva yang diasumsikan sebagai gigi palsu. Hasil pengujian mereka menunjukkan bahwa katekin teh dapat mencegah bakteri yang akan menyerang gigi palsu dan mengganggu kinerja enzim yang digunakan bakteri untuk mencerna gula. Dari 5 jenis katekin yang diujikan, EGCG merupakan katekin yang paling kuat melawan penyebab gigi berlubang. Setelah sukses melakukan simulasi pada gigi palsu, para peneliti kemudian mencoba hasil riset tersebut pada tikus. Para ahli menginfeksikan Streptococcus mutans pada tikus dan memberi diet yang merangsang terjadinya gigi berlubang. Hasil riset mempertegas bahwa kasus gigi berlubang sangat kecil perkembangannya pada tikus yang diberi suplemen katekin. Untuk memuluskan akal busuknya, Streptococcus mutans mengeluarkan enzim. Enzim ini mempersilahkan bakteri untuk membentuk daerah plak yang lebih luas pada permukaan gigi, yang kemudian berperan dalam pembentukan gigi berlubang. Ekstrak katekin teh dapat mengurangi resiko gigi berlubang dengan menahan aktivitas enzim glukotransferase sebagai salah satu pencetus gigi berlubang. Ketika katekin ditambahkan pada air minum, sedikit sekali gigi berlubang dan plak yang dijumpai pada hewan coba.<br />
<br />
Para peneliti dari Department of Oral Microbiology di Osaka University di Jepang mengatakan bahwa perkembangan gigi berlubang menjadi sangat sedikit karena katekin berhasil menahan aktivitas glukotransferase. Hasil riset ini memperjelas bagaimana mekanisme aktivitas penghambatan resiko gigi berlubang oleh katekin teh. Katekin teh juga piawai mengurangi resiko gigi berlubang dengan meningkatkan resistensi gigi melawan bakteri penyebab gigi berlubang. Para peneliti dari Department of Preventive Dentistry, Kyushu University di Jepang berkeyakinan bahwa teh yang digunakan bersama sumber fluoride lainnya dapat menghasilkan lapisan permukaan gigi yang lebih tahan terhadap asam yang dihasilkan bakteri dibandingkan permukaan gigi yang hanya diberi fluoride saja.<br />
<br />
Sumber: TEH ini Menyehatkan, ROHDIANA (2009)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Teh Mencegah Gigi Berlubang<br />
Kasus gigi berlubang sangat populer pada pertengahan abad ke 19 seiring dengan meningkatnya konsumsi gula. Kasus ini menjadi demikian populer di negara-negara yang merubah diet tradisional yang rendah gula menjadi diet barat yang kadar gulanya tinggi.<br />
<br />
Manusia dan bakteri penghasil plak ternyata memiliki kesamaan yang khas, yakni menyukai gula. Meski bakteri-bakteri di mulut tumbuh subur pada semua jenis gula, namun mereka akan tumbuh dengan subur pada sukrosa atau yang dalam istilah keseharian lazim disebut sebagai gula putih atau gula pasir. Sekalipun keduanya sering berduet dalam seduhan, gula dan teh ternyata mempunyai efek yang berlawanan dalam mulut. Gula berpotensi merusak kesehatan, sedangkan teh mampu meningkatkan akreditas kesehatan gigi dan mulut.<br />
<br />
Di China dan Jepang, minum teh setelah makan sudah membudaya. Kebiasaan ini diyakini mampu mempertahankan kesehatan gigi dan mulut. Manfaat dari metode tradisional ini ditegaskan kembali oleh penelitian modern yang menyatakan bahwa teh sangat bersahabat dengan gigi. Penelitian modern secara gemilang telah membuktikan bahwa teh mampu menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans dan bakteri lain yang berhubungan dengan plak. Para ahli gigi di China seperti dilaporkan dalam Chinese Journal of Stomatology baru-baru ini menerangkan bahwa pertumbuhan Streptococcus mutans dapat dihambat seluruhnya hanya dalam waktu 5 menit setelah pemberian katekin teh meski pada konsentrasi yang cukup rendah.<br />
<br />
Tidak hanya di China, para peneliti dari Department of Clinical Pathology-Nihon University School of Dentistry di Jepang telah menguji kehandalan pencegahan gigi berlubang dari ekstrak teh. Mereka membiakkan Streptococcus mutans pada cawan yang dilapisi saliva yang diasumsikan sebagai gigi palsu. Hasil pengujian mereka menunjukkan bahwa katekin teh dapat mencegah bakteri yang akan menyerang gigi palsu dan mengganggu kinerja enzim yang digunakan bakteri untuk mencerna gula. Dari 5 jenis katekin yang diujikan, EGCG merupakan katekin yang paling kuat melawan penyebab gigi berlubang. Setelah sukses melakukan simulasi pada gigi palsu, para peneliti kemudian mencoba hasil riset tersebut pada tikus. Para ahli menginfeksikan Streptococcus mutans pada tikus dan memberi diet yang merangsang terjadinya gigi berlubang. Hasil riset mempertegas bahwa kasus gigi berlubang sangat kecil perkembangannya pada tikus yang diberi suplemen katekin. Untuk memuluskan akal busuknya, Streptococcus mutans mengeluarkan enzim. Enzim ini mempersilahkan bakteri untuk membentuk daerah plak yang lebih luas pada permukaan gigi, yang kemudian berperan dalam pembentukan gigi berlubang. Ekstrak katekin teh dapat mengurangi resiko gigi berlubang dengan menahan aktivitas enzim glukotransferase sebagai salah satu pencetus gigi berlubang. Ketika katekin ditambahkan pada air minum, sedikit sekali gigi berlubang dan plak yang dijumpai pada hewan coba.<br />
<br />
Para peneliti dari Department of Oral Microbiology di Osaka University di Jepang mengatakan bahwa perkembangan gigi berlubang menjadi sangat sedikit karena katekin berhasil menahan aktivitas glukotransferase. Hasil riset ini memperjelas bagaimana mekanisme aktivitas penghambatan resiko gigi berlubang oleh katekin teh. Katekin teh juga piawai mengurangi resiko gigi berlubang dengan meningkatkan resistensi gigi melawan bakteri penyebab gigi berlubang. Para peneliti dari Department of Preventive Dentistry, Kyushu University di Jepang berkeyakinan bahwa teh yang digunakan bersama sumber fluoride lainnya dapat menghasilkan lapisan permukaan gigi yang lebih tahan terhadap asam yang dihasilkan bakteri dibandingkan permukaan gigi yang hanya diberi fluoride saja.<br />
<br />
Sumber: TEH ini Menyehatkan, ROHDIANA (2009)]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Teh dan Kesehatan Mulut]]></title>
			<link>/showthread.php?tid=60</link>
			<pubDate>Wed, 21 Dec 2011 07:04:06 -0500</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">/showthread.php?tid=60</guid>
			<description><![CDATA[Teh menyehatkan (bagian dalam) mulut<br />
Sebuah penelitian membuktikan bahwa kandungan kimiawi di dalam teh dapat memusnahkan bakteri dan virus yang berasal dari infeksi tenggorokan, karies pada gigi maupun penyakit lainnya pada mulut. Hal ini semakin memberikan prospek yang cerah bagi industri pasta gigi dan obat kumur dengan menambahkan ekstrak teh ke dalam produk tersebut. Hasil penelitian tersebut disajikan pada pertemuan the American Society for Microbiology yang membahas tentang manfaat teh bagi kesehatan.<br />
<br />
Berdasarkan informasi dari seorang mikrobiologis dari Pace University Amerika Serikat, Milton Schiffenbauer, mengungkapkan bahwa teh hijau lebih baik dalam melawan aktivitas virus. Penelitian yang dilakukannya menunjukkan bahwa ekstrak teh dapat memusnahkan organisme-organisme yang menyebabkan penyakit pada tubuh manusia. Dia juga menambahkan, jika kita ingin menstimulasi sistem kekebalan tubuh dan pada saat yang sama kita dapat memusnahkan organisme merugikan, maka masuk akal bila kita lebih memilih untuk mengkonsumsi teh.<br />
<br />
Teh mencegah bau mulut<br />
Penelitian baru-baru ini telah menyelidiki kandungan teh hijau dan teh hitam untuk kesehatan mulut. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa teh hijau berkafein adalah yang terbaik melawan virus, diikuti oleh teh hitam berkafein. Sedangkan teh dekafein (tidak/sedikit mengandung kafein) kurang efektif sebagai agen antivirus.<br />
<br />
Hasil penelitian lain menjelaskan bahwa kandungan kimiawi pada teh seperti polyphenol dapat menghambat pertumbuhan bakteri yang mengakibatkan bau mulut. Christine Wu, seorang peneliti dari University of Illinois di Chicago mengatakan bahwa pertumbuhan bakteri pathogen di dalam mulut dapat ditekan dengan meminum teh hitam. Selain itu kandungan polyphenol nya juga dapat menyehatkan bagian dalam mulut karena polyphenol dapat menghilangkan komponen penyebab bau mulut yang dihasilkan oleh bakteri pathogen tersebut.<br />
<br />
Tetapi seorang peneliti dari University of Sheffield Dental School di Inggris, Dr. Ian Douglas, berpendapat bahwa jangan terlalu dini berkesimpulan mengenai hal ini sebelum ada ujicoba klinis. Namun beliau setuju bila teh dapat dijadikan sebagai faktor tambahan atau bahan untuk memerangi penyakit mulut. Beliau juga tetap menyarankan untuk selalu menggunakan pasta gigi konvensional yang mengandung fluoride sampai ada informasi lebih lanjut mengenai manfaat teh bagi kesehatan mulut.<br />
<br />
(Sumber: <a href="http://news.bbc.co.uk" target="_blank">http://news.bbc.co.uk</a>)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Teh menyehatkan (bagian dalam) mulut<br />
Sebuah penelitian membuktikan bahwa kandungan kimiawi di dalam teh dapat memusnahkan bakteri dan virus yang berasal dari infeksi tenggorokan, karies pada gigi maupun penyakit lainnya pada mulut. Hal ini semakin memberikan prospek yang cerah bagi industri pasta gigi dan obat kumur dengan menambahkan ekstrak teh ke dalam produk tersebut. Hasil penelitian tersebut disajikan pada pertemuan the American Society for Microbiology yang membahas tentang manfaat teh bagi kesehatan.<br />
<br />
Berdasarkan informasi dari seorang mikrobiologis dari Pace University Amerika Serikat, Milton Schiffenbauer, mengungkapkan bahwa teh hijau lebih baik dalam melawan aktivitas virus. Penelitian yang dilakukannya menunjukkan bahwa ekstrak teh dapat memusnahkan organisme-organisme yang menyebabkan penyakit pada tubuh manusia. Dia juga menambahkan, jika kita ingin menstimulasi sistem kekebalan tubuh dan pada saat yang sama kita dapat memusnahkan organisme merugikan, maka masuk akal bila kita lebih memilih untuk mengkonsumsi teh.<br />
<br />
Teh mencegah bau mulut<br />
Penelitian baru-baru ini telah menyelidiki kandungan teh hijau dan teh hitam untuk kesehatan mulut. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa teh hijau berkafein adalah yang terbaik melawan virus, diikuti oleh teh hitam berkafein. Sedangkan teh dekafein (tidak/sedikit mengandung kafein) kurang efektif sebagai agen antivirus.<br />
<br />
Hasil penelitian lain menjelaskan bahwa kandungan kimiawi pada teh seperti polyphenol dapat menghambat pertumbuhan bakteri yang mengakibatkan bau mulut. Christine Wu, seorang peneliti dari University of Illinois di Chicago mengatakan bahwa pertumbuhan bakteri pathogen di dalam mulut dapat ditekan dengan meminum teh hitam. Selain itu kandungan polyphenol nya juga dapat menyehatkan bagian dalam mulut karena polyphenol dapat menghilangkan komponen penyebab bau mulut yang dihasilkan oleh bakteri pathogen tersebut.<br />
<br />
Tetapi seorang peneliti dari University of Sheffield Dental School di Inggris, Dr. Ian Douglas, berpendapat bahwa jangan terlalu dini berkesimpulan mengenai hal ini sebelum ada ujicoba klinis. Namun beliau setuju bila teh dapat dijadikan sebagai faktor tambahan atau bahan untuk memerangi penyakit mulut. Beliau juga tetap menyarankan untuk selalu menggunakan pasta gigi konvensional yang mengandung fluoride sampai ada informasi lebih lanjut mengenai manfaat teh bagi kesehatan mulut.<br />
<br />
(Sumber: <a href="http://news.bbc.co.uk" target="_blank">http://news.bbc.co.uk</a>)]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Teh dan Kesehatan Gigi (2)]]></title>
			<link>/showthread.php?tid=59</link>
			<pubDate>Wed, 21 Dec 2011 07:03:25 -0500</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">/showthread.php?tid=59</guid>
			<description><![CDATA[Kandungan teh memiliki efek pelindung lapisan gigi<br />
Pada artikel sebelumnya kita telah mengetahui bahwa sebagian besar erosi lapisan gigi dapat diakibatkan oleh konsumsi soft drink. Beberapa ahli menyarankan agar mengubah kebiasaan meminum soft drink terutama yang bersoda, menjadi mengkonsumsi teh.<br />
Pada bagian ini dikemukakan bukti ilmiah mengapa teh tidak memiliki sifat erosive seperti minuman lainnya.<br />
<br />
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Dr. Carrie Ruxton, salah seorang anggota Tea Advisory Panel menyatakan bahwa sifat atau efek protektif dari teh berasal dari kandungan alami teh itu sendiri. Dia mengatakan bahwa salah satu kandungan teh adalah fluoride, sehingga teh dapat menjadi komponen pelindung lapisan gigi terhadap asam. Selain itu, zat tannin dalam teh dapat menghambat pembentukan enzyme saliva menjadi amilum atau gula di dalam mulut.<br />
<br />
Untuk memperkuat kesimpulan bahwa teh dapat mencegah erosi gigi, Mohammed Bassiouny, seorang peneliti senior dari of Philadelphia’s School of Dentistry, melakukan penelitian dengan menyelidiki sekitar 36 sampel geraham yang direndam dalam cairan yang berbeda-beda dan dianalisa lebih dari 20 minggu.<br />
<br />
Penelitian tersebut bertujuan untuk mengindentifikasi efek erosive teh pada lapisan gigi tanpa menambahkan susu dan gula, dan membandingkannya dengan minuman cola, orange juice, cuka dan air. Hasilnya menunjukkan bahwa teh bersifat sama seperti air biasa yang tidak memiliki efek erosive terhadap lapisan gigi, Sebaliknya, hasil yang diperoleh dari rendaman cuka memiliki pengaruh erosive yang sempurna terhadap lapisan gigi, sedangkan cola dan gula mengandung efek erosive yang sangat tinggi. Selanjutnya para ahli tersebut menganjurkan bahwa meminum segelas teh per hari dapat mencegah pengikisan lapisan gigi, dan kesehatan gigi tetap terjaga.<br />
<br />
(Sumber: <a href="http://lifestyle.in.msn.com" target="_blank">http://lifestyle.in.msn.com</a>)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Kandungan teh memiliki efek pelindung lapisan gigi<br />
Pada artikel sebelumnya kita telah mengetahui bahwa sebagian besar erosi lapisan gigi dapat diakibatkan oleh konsumsi soft drink. Beberapa ahli menyarankan agar mengubah kebiasaan meminum soft drink terutama yang bersoda, menjadi mengkonsumsi teh.<br />
Pada bagian ini dikemukakan bukti ilmiah mengapa teh tidak memiliki sifat erosive seperti minuman lainnya.<br />
<br />
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Dr. Carrie Ruxton, salah seorang anggota Tea Advisory Panel menyatakan bahwa sifat atau efek protektif dari teh berasal dari kandungan alami teh itu sendiri. Dia mengatakan bahwa salah satu kandungan teh adalah fluoride, sehingga teh dapat menjadi komponen pelindung lapisan gigi terhadap asam. Selain itu, zat tannin dalam teh dapat menghambat pembentukan enzyme saliva menjadi amilum atau gula di dalam mulut.<br />
<br />
Untuk memperkuat kesimpulan bahwa teh dapat mencegah erosi gigi, Mohammed Bassiouny, seorang peneliti senior dari of Philadelphia’s School of Dentistry, melakukan penelitian dengan menyelidiki sekitar 36 sampel geraham yang direndam dalam cairan yang berbeda-beda dan dianalisa lebih dari 20 minggu.<br />
<br />
Penelitian tersebut bertujuan untuk mengindentifikasi efek erosive teh pada lapisan gigi tanpa menambahkan susu dan gula, dan membandingkannya dengan minuman cola, orange juice, cuka dan air. Hasilnya menunjukkan bahwa teh bersifat sama seperti air biasa yang tidak memiliki efek erosive terhadap lapisan gigi, Sebaliknya, hasil yang diperoleh dari rendaman cuka memiliki pengaruh erosive yang sempurna terhadap lapisan gigi, sedangkan cola dan gula mengandung efek erosive yang sangat tinggi. Selanjutnya para ahli tersebut menganjurkan bahwa meminum segelas teh per hari dapat mencegah pengikisan lapisan gigi, dan kesehatan gigi tetap terjaga.<br />
<br />
(Sumber: <a href="http://lifestyle.in.msn.com" target="_blank">http://lifestyle.in.msn.com</a>)]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Teh dan Kesehatan Gigi (1)]]></title>
			<link>/showthread.php?tid=58</link>
			<pubDate>Wed, 21 Dec 2011 07:02:55 -0500</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">/showthread.php?tid=58</guid>
			<description><![CDATA[Teh mencegah pengikisan gigi<br />
Tentunya kita sangat menggemari minuman kaleng, biasa disebut soft drink, apakah itu soda, perisa buah-buahan, dan yang lainnya. Saat ini rata-rata ukuran soft drink sekitar 20 ons dan mengandung 17 (sendok teh) gula. Yang lebih mengagetkan lagi ternyata beberapa di antaranya mengandung asam sitrat (seperti pada minuman berperisa buah), yang bersifat lebih erosive daripada hydrochloric atau asam sulfat – yang lebih dikenal sebagai asam untuk membuat batere/aki. Kandungan tersebut diduga dapat mengakibatkan erosi pada lapisan gigi, atau yang lebih dikenal sebagai tooth enamel (Indonesia: email gigi). Jika email gigi ini tergerus, maka tidak dapat dikembalikan lagi seperti semula. Lalu bagaimana mempertahankan lapisan email gigi tersebut agar tetap dalam kondisi normal?<br />
<br />
Menurut jurnal penelitian pada July/Agustus 2008 yang lalu yaitu Jurnal General Density dari Academy of General Dentistry* (AGD), mengemukakan bahwa cara terbaik menjaga lapisan email gigi agar tetap sehat adalah dengan meminum teh sebagai pengganti soft drink. Selain rasa nikmat meminumnya, teh juga mengandung antioksidan alami yang baik untuk kesehatan. Artikel-artikel rumahteh[dot]com sebelumnya juga telah menguraikan manfaat teh bagi kesehatan.<br />
<br />
Mohamed A. Bassiouny, peneliti utama yang mengkaji teh terhadap kesehatan gigi mengemukakan bahwa bila dibandingkan antara soft drink seperti orange juice atau soda, maka teh hijau atau teh hitam tidak memiliki sifat erosive, atau bersifat sama seperti air biasa. Kedua jenis teh tersebut sama baiknya, oleh karena itu sangat aman dikonsumsi. Beliau juga menambahkan bahwa jika kita melihat lebih dalam mengenai teh dan manfaatnya, maka akan didapati banyak hal yang luar biasa dari minuman jenis ini.<br />
<br />
Namun, beberapa ahli juga berpendapat bahwa, kalau saat ini Anda memang sudah mengkonsumsi teh, ada baiknya menghindari penambahan komponen lain dalam minuman teh Anda, seperti susu, lemon atau gula, sebab mengkombinasikan antara teh dengan komponen tersebut dikhawatirkan akan mengurangi kandungan flavonoid alami yang ada pada teh. Selanjutnya para ahli tersebut menambahkan, sebaiknya mengurangi juga konsumsi teh kemasan karena mungkin saja mengandung asam sitrat dan kandungan gula yang tinggi.<br />
<br />
Kenton Ross, seorang ahli kesehatan mengemukakan bahwa masalah erosi gigi sering terjadi karena mengkonsumsi soft drink, bahkan beberapa di antaranya dapat berakibat akut. Dengan demikian penelitian tersebut dengan jelas menunjukkan bahwa meminum teh tidak akan mengakibatkan kerusakan pada lapisan email gigi, daripada bila kita mengkonsumsi soft drink lainnya. Oleh karena itu beliau sangat menganjurkan pasiennya agar mengubah kebiasaan mengkonsumsi soft drink menjadi minum teh.<br />
<br />
Tips mencegah erosi gigi<br />
1. Mengurangi atau tidak mengkonsumsi minuman berkarbonasi (soda), tapi minumlah teh, susu atau air saja.<br />
2. Hindari penambahan gula, lemon atau additive lainnya ke dalam minuman teh.<br />
3. Jika terpaksa ingin meminum soft drink, minumlah dengan cepat atau menggunakan sedotan.<br />
4. Kumur-kumur apabila selesai meminum soft drink, jika perlu sikatlah gigi satu jam setelah itu.<br />
5. Mengunyah permen karet tanpa gula untuk menambah kandungan saliva dalam mulut.<br />
<br />
*Academy of General Dentistry merupakan sebuah asosiasi professional yang memiliki anggota lebih dari 35000 dokter gigi di Amerika yang mengemban tugas sosial dan pendidikan. Didirikan tahun 1952, dan saat ini menjadi asosisasi dokter gigi terbesar kedua di dunia, dan satu-satunya asosiasi profesi yang melayani kebutuhan dan kepentingan kesehatan gigi.<br />
<br />
(Sumber: <a href="http://www.eurekalert.org" target="_blank">http://www.eurekalert.org</a>; <a href="http://www.bio-medicine.org" target="_blank">http://www.bio-medicine.org</a>)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Teh mencegah pengikisan gigi<br />
Tentunya kita sangat menggemari minuman kaleng, biasa disebut soft drink, apakah itu soda, perisa buah-buahan, dan yang lainnya. Saat ini rata-rata ukuran soft drink sekitar 20 ons dan mengandung 17 (sendok teh) gula. Yang lebih mengagetkan lagi ternyata beberapa di antaranya mengandung asam sitrat (seperti pada minuman berperisa buah), yang bersifat lebih erosive daripada hydrochloric atau asam sulfat – yang lebih dikenal sebagai asam untuk membuat batere/aki. Kandungan tersebut diduga dapat mengakibatkan erosi pada lapisan gigi, atau yang lebih dikenal sebagai tooth enamel (Indonesia: email gigi). Jika email gigi ini tergerus, maka tidak dapat dikembalikan lagi seperti semula. Lalu bagaimana mempertahankan lapisan email gigi tersebut agar tetap dalam kondisi normal?<br />
<br />
Menurut jurnal penelitian pada July/Agustus 2008 yang lalu yaitu Jurnal General Density dari Academy of General Dentistry* (AGD), mengemukakan bahwa cara terbaik menjaga lapisan email gigi agar tetap sehat adalah dengan meminum teh sebagai pengganti soft drink. Selain rasa nikmat meminumnya, teh juga mengandung antioksidan alami yang baik untuk kesehatan. Artikel-artikel rumahteh[dot]com sebelumnya juga telah menguraikan manfaat teh bagi kesehatan.<br />
<br />
Mohamed A. Bassiouny, peneliti utama yang mengkaji teh terhadap kesehatan gigi mengemukakan bahwa bila dibandingkan antara soft drink seperti orange juice atau soda, maka teh hijau atau teh hitam tidak memiliki sifat erosive, atau bersifat sama seperti air biasa. Kedua jenis teh tersebut sama baiknya, oleh karena itu sangat aman dikonsumsi. Beliau juga menambahkan bahwa jika kita melihat lebih dalam mengenai teh dan manfaatnya, maka akan didapati banyak hal yang luar biasa dari minuman jenis ini.<br />
<br />
Namun, beberapa ahli juga berpendapat bahwa, kalau saat ini Anda memang sudah mengkonsumsi teh, ada baiknya menghindari penambahan komponen lain dalam minuman teh Anda, seperti susu, lemon atau gula, sebab mengkombinasikan antara teh dengan komponen tersebut dikhawatirkan akan mengurangi kandungan flavonoid alami yang ada pada teh. Selanjutnya para ahli tersebut menambahkan, sebaiknya mengurangi juga konsumsi teh kemasan karena mungkin saja mengandung asam sitrat dan kandungan gula yang tinggi.<br />
<br />
Kenton Ross, seorang ahli kesehatan mengemukakan bahwa masalah erosi gigi sering terjadi karena mengkonsumsi soft drink, bahkan beberapa di antaranya dapat berakibat akut. Dengan demikian penelitian tersebut dengan jelas menunjukkan bahwa meminum teh tidak akan mengakibatkan kerusakan pada lapisan email gigi, daripada bila kita mengkonsumsi soft drink lainnya. Oleh karena itu beliau sangat menganjurkan pasiennya agar mengubah kebiasaan mengkonsumsi soft drink menjadi minum teh.<br />
<br />
Tips mencegah erosi gigi<br />
1. Mengurangi atau tidak mengkonsumsi minuman berkarbonasi (soda), tapi minumlah teh, susu atau air saja.<br />
2. Hindari penambahan gula, lemon atau additive lainnya ke dalam minuman teh.<br />
3. Jika terpaksa ingin meminum soft drink, minumlah dengan cepat atau menggunakan sedotan.<br />
4. Kumur-kumur apabila selesai meminum soft drink, jika perlu sikatlah gigi satu jam setelah itu.<br />
5. Mengunyah permen karet tanpa gula untuk menambah kandungan saliva dalam mulut.<br />
<br />
*Academy of General Dentistry merupakan sebuah asosiasi professional yang memiliki anggota lebih dari 35000 dokter gigi di Amerika yang mengemban tugas sosial dan pendidikan. Didirikan tahun 1952, dan saat ini menjadi asosisasi dokter gigi terbesar kedua di dunia, dan satu-satunya asosiasi profesi yang melayani kebutuhan dan kepentingan kesehatan gigi.<br />
<br />
(Sumber: <a href="http://www.eurekalert.org" target="_blank">http://www.eurekalert.org</a>; <a href="http://www.bio-medicine.org" target="_blank">http://www.bio-medicine.org</a>)]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Asal Mula Nama Teh]]></title>
			<link>/showthread.php?tid=57</link>
			<pubDate>Wed, 21 Dec 2011 07:01:46 -0500</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">/showthread.php?tid=57</guid>
			<description><![CDATA[<span style="font-weight: bold;">She Nong Shi</span> merupakan orang pertama yang menemukan teh, tapi ternyata tidak memberikan nama khusus untuk tanaman ini. Asal mula nama teh pertamakali pada tahun 1115 SM dan disebut <span style="font-style: italic;"><span style="font-weight: bold;">Er Ya</span></span>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<span style="font-weight: bold;">She Nong Shi</span> merupakan orang pertama yang menemukan teh, tapi ternyata tidak memberikan nama khusus untuk tanaman ini. Asal mula nama teh pertamakali pada tahun 1115 SM dan disebut <span style="font-style: italic;"><span style="font-weight: bold;">Er Ya</span></span>.]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Iklan Tentang Teh Pertama di Dunia]]></title>
			<link>/showthread.php?tid=56</link>
			<pubDate>Wed, 21 Dec 2011 06:58:38 -0500</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">/showthread.php?tid=56</guid>
			<description><![CDATA[Bukti pertama kali bentuk promosi mengenai teh dengan format iklan di koran dibuat oleh Thomas Garraway pada 30 September 1658. Iklan tersebut berbunyi "That excellent and by all physicians approved drink called by Chineans tcha, by other nations Tay alias Tea is sold at the Sultaness Head a Cophee house in Sweetings Rents by the Royal Exchange London".<br />
<br />
Oleh karena teh pada saat itu merupakan "barang baru" di Inggris, Garraway juga sangat gencar mengiklankan teh di kedai minuman miliknya, selain menyebarkan leaflet mengenai teh dengan slogan "The Drink is declared to be most wholesome, preserving in perfect health until extreme Old Age". Yang paling menarik adalah poin-poin penting yang dipromosikan oleh Garraway mengenai manfaat teh, yaitu:<br />
1. Teh dapat membuat tubuh lebih aktif dan bugar.<br />
2. Teh dapat membantu menyembuhkan sakit kepala.<br />
3. Teh dapat menghilangkan sembelit.<br />
4. Dengan menambahkan madu ke dalamnya, teh sangat baik menyembuhkan batu ginjal serta membersihkan ginjal dan saluran kemih.<br />
5. Teh dapat mengatasi kesulitan bernapas.<br />
6. Teh juga baik menjernihkan pandangan.<br />
7. Teh dapat menghilangkan kelesuan dan membangkitkan keceriaan.<br />
8. Teh juga baik untuk meredakan kemarahan, menguatkan ventricle, menambah selera makan dan membantu pencernaan terutama pria yang gemuk atau bagi yang suka makan daging.<br />
9. Teh membantu menghilangkan mimpi buruk, menenangkan pikiran dan menguatkan ingatan.<br />
10. Teh dapat mengatasi tidur yang berlebihan dan sebaliknya juga mampu mengurangi rasa kantuk.<br />
<br />
(Sumber: <a href="http://www.teagarden.com" target="_blank">http://www.teagarden.com</a>)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Bukti pertama kali bentuk promosi mengenai teh dengan format iklan di koran dibuat oleh Thomas Garraway pada 30 September 1658. Iklan tersebut berbunyi "That excellent and by all physicians approved drink called by Chineans tcha, by other nations Tay alias Tea is sold at the Sultaness Head a Cophee house in Sweetings Rents by the Royal Exchange London".<br />
<br />
Oleh karena teh pada saat itu merupakan "barang baru" di Inggris, Garraway juga sangat gencar mengiklankan teh di kedai minuman miliknya, selain menyebarkan leaflet mengenai teh dengan slogan "The Drink is declared to be most wholesome, preserving in perfect health until extreme Old Age". Yang paling menarik adalah poin-poin penting yang dipromosikan oleh Garraway mengenai manfaat teh, yaitu:<br />
1. Teh dapat membuat tubuh lebih aktif dan bugar.<br />
2. Teh dapat membantu menyembuhkan sakit kepala.<br />
3. Teh dapat menghilangkan sembelit.<br />
4. Dengan menambahkan madu ke dalamnya, teh sangat baik menyembuhkan batu ginjal serta membersihkan ginjal dan saluran kemih.<br />
5. Teh dapat mengatasi kesulitan bernapas.<br />
6. Teh juga baik menjernihkan pandangan.<br />
7. Teh dapat menghilangkan kelesuan dan membangkitkan keceriaan.<br />
8. Teh juga baik untuk meredakan kemarahan, menguatkan ventricle, menambah selera makan dan membantu pencernaan terutama pria yang gemuk atau bagi yang suka makan daging.<br />
9. Teh membantu menghilangkan mimpi buruk, menenangkan pikiran dan menguatkan ingatan.<br />
10. Teh dapat mengatasi tidur yang berlebihan dan sebaliknya juga mampu mengurangi rasa kantuk.<br />
<br />
(Sumber: <a href="http://www.teagarden.com" target="_blank">http://www.teagarden.com</a>)]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Asal Mula Istilah Tea Break]]></title>
			<link>/showthread.php?tid=55</link>
			<pubDate>Wed, 21 Dec 2011 06:58:14 -0500</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">/showthread.php?tid=55</guid>
			<description><![CDATA[Tea break sudah ada sebagai tradisi bagi orang Inggris lebih dari 200 tahun. Awalnya istilah tea break muncul saat para pekerja memulai aktivitasnya sekitar pukul 5 atau 6 pagi, yang diberi izin istirahat, sambil menikmati makanan dan suguhan teh. Beberapa pekerja lainnya juga melakukan hal yang sama pada saat sore hari.<br />
<br />
Antara tahun 1741 dan 1820, pada saat revolusi industri, pemilik lahan dan golongan pendeta mencoba menghentikan kebiasaan ini, karena mereka menganggap meminum teh membuat para pekerja menjadi lebih lamban. Kejadian ini berlangsung sebelum lahirnya serikat dagang, dan kalangan pekerja tetap pada pendirian mereka mengenai kebiasaan tea break ini, dan itu tetap berlangsung hingga masa kini.<br />
<br />
Saat ini kita lebih mengenal istilah tea break dalam acara-acara yang dilangsungkan oleh komunitas tertentu untuk berkumpul bersama, misalnya di akhir pekan, yang memiliki makna lebih kepada mempererat hubungan persaudaraan atau pertemanan. Ada pula tea break yang dilakukan sebagai jamuan singkat dalam sebuah acara seperti seminar, workshop, maupun rekreasi keluarga. Intinya adalah, sangat jelas bagi kita bahwa teh bukan sekedar minuman biasa, tapi lebih dari itu teh mampu menjalin rasa kebersamaan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Tea break sudah ada sebagai tradisi bagi orang Inggris lebih dari 200 tahun. Awalnya istilah tea break muncul saat para pekerja memulai aktivitasnya sekitar pukul 5 atau 6 pagi, yang diberi izin istirahat, sambil menikmati makanan dan suguhan teh. Beberapa pekerja lainnya juga melakukan hal yang sama pada saat sore hari.<br />
<br />
Antara tahun 1741 dan 1820, pada saat revolusi industri, pemilik lahan dan golongan pendeta mencoba menghentikan kebiasaan ini, karena mereka menganggap meminum teh membuat para pekerja menjadi lebih lamban. Kejadian ini berlangsung sebelum lahirnya serikat dagang, dan kalangan pekerja tetap pada pendirian mereka mengenai kebiasaan tea break ini, dan itu tetap berlangsung hingga masa kini.<br />
<br />
Saat ini kita lebih mengenal istilah tea break dalam acara-acara yang dilangsungkan oleh komunitas tertentu untuk berkumpul bersama, misalnya di akhir pekan, yang memiliki makna lebih kepada mempererat hubungan persaudaraan atau pertemanan. Ada pula tea break yang dilakukan sebagai jamuan singkat dalam sebuah acara seperti seminar, workshop, maupun rekreasi keluarga. Intinya adalah, sangat jelas bagi kita bahwa teh bukan sekedar minuman biasa, tapi lebih dari itu teh mampu menjalin rasa kebersamaan.]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Metode untuk  Decaffeinated Tea]]></title>
			<link>/showthread.php?tid=51</link>
			<pubDate>Wed, 21 Dec 2011 06:51:55 -0500</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">/showthread.php?tid=51</guid>
			<description><![CDATA[Pada artikel sebelumnya telah diinformasikan secara singkat jumlah Kandungan Kafein dalam Teh. Pertanyaan yang timbul adalah, apakah ada teh yang tidak (sedikit saja) mengandung kafein?, mengingat beberapa orang memiliki “pantangan” terhadap kafein.<br />
<br />
Dalam jumlah persentase yang tidak begitu besar, beberapa orang memang lebih menyenangi teh non-kafein atau teh yang telah di-dekafeinasi (decaffeinated tea). Para peneliti telah mencoba menemukan metode terbaik untuk menghilangkan kandungan kafein dari dalam teh. Salah satu proses pemisahan tersebut adalah dengan menggunakan Carbon Dioksida (CO2). Sejauh ini metode tersebut dianggap yang terbaik dari ketiga metode yang ada.<br />
<br />
Metode lain adalah menggunakan Methylene Chloride, yang paling murah dan dapat dengan mudah dibuang setelah proses dekafeinasi. Tetapi beberapa negara seperti Jerman dan Amerika Serikat melarang produk-produk teh yang diproses melalui metode yang menggunakan Methylene Chloride.<br />
<br />
Beberapa peneliti mengemukakan bahwa ada cara alternative yang dipercaya sangat baik digunakan dalam proses dekafeinasi ini, yaitu dengan menggunakan Ethyl Acetate. Bagaimanapun juga, ketiga metode tersebut terbukti dapat mengurangi jumlah kandungan kafein dalam teh hingga dalam persentase yang lebih kecil.<br />
<br />
Sumber: Tea, the Universal Health Drink (R.S. Jhawar, 2000).<hr />
<span style="font-weight: bold;">Komentar &amp; Tanggapan:</span><br />
<br />
1. Bambang Laresolo dari Bogor  - 27/10/2009 - 12:13 WIB<br />
"Pak Dadan, Saya pernah mendapatkan informasi, bahwa White Tea atau Silver Needle, kandungan cafeinnya Nol. Apakah benar demikian? Kalau benar, kemana larinya caffeine tersebut ya? Atau kata lain, kapan mulai terbentuknya kandungan caffeine. Apakah sudah ada di dalam daun segarnya, atau terjadi sewaktu proses produksi? Nuhun."<br />
	 <br />
 	<br />
2. Dadan ROHDIANA dari Bandung  - 04/11/2009 - 20:23 WIB<br />
"Pak Bambang, terimakasih atas kunjungannya di rumahteh[dot]com. Mohon maaf terlambat meresponnya. Secara umum white tea diproses dari bahan baku berupa pekoe atau kuncup (bud). Menurut Harler, kandungan kafein dalam pekoe adalah 4,7% berat kering. Angka ini merupakan angka tertinggi bila dibandingkan dengan bagian lain seperti daun pertama (4,2%), daun kedua (3,5%) dan daun ketiga (2,9%). Apabila tidak ada proses dekafeinasi diawal proses, harusnya white tea tsb tidak nol kandungan kafeinnya. Bahkan harus tinggi. Selama proses pengolahan kafein tidak banyak mengalami perubahan yang berarti. Demikian komentar dari saya. Sekali lagi mohon maaf terlambat. Insya Allah tanggal 2-4 Desember 2009 saya ada workshop di Botani Square, Bogor. Mudah-mudahan kita bisa bertemu. Salam."]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Pada artikel sebelumnya telah diinformasikan secara singkat jumlah Kandungan Kafein dalam Teh. Pertanyaan yang timbul adalah, apakah ada teh yang tidak (sedikit saja) mengandung kafein?, mengingat beberapa orang memiliki “pantangan” terhadap kafein.<br />
<br />
Dalam jumlah persentase yang tidak begitu besar, beberapa orang memang lebih menyenangi teh non-kafein atau teh yang telah di-dekafeinasi (decaffeinated tea). Para peneliti telah mencoba menemukan metode terbaik untuk menghilangkan kandungan kafein dari dalam teh. Salah satu proses pemisahan tersebut adalah dengan menggunakan Carbon Dioksida (CO2). Sejauh ini metode tersebut dianggap yang terbaik dari ketiga metode yang ada.<br />
<br />
Metode lain adalah menggunakan Methylene Chloride, yang paling murah dan dapat dengan mudah dibuang setelah proses dekafeinasi. Tetapi beberapa negara seperti Jerman dan Amerika Serikat melarang produk-produk teh yang diproses melalui metode yang menggunakan Methylene Chloride.<br />
<br />
Beberapa peneliti mengemukakan bahwa ada cara alternative yang dipercaya sangat baik digunakan dalam proses dekafeinasi ini, yaitu dengan menggunakan Ethyl Acetate. Bagaimanapun juga, ketiga metode tersebut terbukti dapat mengurangi jumlah kandungan kafein dalam teh hingga dalam persentase yang lebih kecil.<br />
<br />
Sumber: Tea, the Universal Health Drink (R.S. Jhawar, 2000).<hr />
<span style="font-weight: bold;">Komentar &amp; Tanggapan:</span><br />
<br />
1. Bambang Laresolo dari Bogor  - 27/10/2009 - 12:13 WIB<br />
"Pak Dadan, Saya pernah mendapatkan informasi, bahwa White Tea atau Silver Needle, kandungan cafeinnya Nol. Apakah benar demikian? Kalau benar, kemana larinya caffeine tersebut ya? Atau kata lain, kapan mulai terbentuknya kandungan caffeine. Apakah sudah ada di dalam daun segarnya, atau terjadi sewaktu proses produksi? Nuhun."<br />
	 <br />
 	<br />
2. Dadan ROHDIANA dari Bandung  - 04/11/2009 - 20:23 WIB<br />
"Pak Bambang, terimakasih atas kunjungannya di rumahteh[dot]com. Mohon maaf terlambat meresponnya. Secara umum white tea diproses dari bahan baku berupa pekoe atau kuncup (bud). Menurut Harler, kandungan kafein dalam pekoe adalah 4,7% berat kering. Angka ini merupakan angka tertinggi bila dibandingkan dengan bagian lain seperti daun pertama (4,2%), daun kedua (3,5%) dan daun ketiga (2,9%). Apabila tidak ada proses dekafeinasi diawal proses, harusnya white tea tsb tidak nol kandungan kafeinnya. Bahkan harus tinggi. Selama proses pengolahan kafein tidak banyak mengalami perubahan yang berarti. Demikian komentar dari saya. Sekali lagi mohon maaf terlambat. Insya Allah tanggal 2-4 Desember 2009 saya ada workshop di Botani Square, Bogor. Mudah-mudahan kita bisa bertemu. Salam."]]></content:encoded>
		</item>
	</channel>
</rss>
